Home Sumsel Muara Rupit Optimalkan Pemanfaatan Lahan Tidur, Disperkan Muratara Terus Lakukan Pembukaan Lahan

Optimalkan Pemanfaatan Lahan Tidur, Disperkan Muratara Terus Lakukan Pembukaan Lahan

0
Diperkan Muratara saat melakukan pembukaan lahan dengan mengunakan alat berat

MURATARA,PE- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) terus melakukan optimalisasi pemanfaatan lahan terlantar, dengan cara pembukaan lahan mengunakan alat berat.

Kegiatan pembukaan lahan tidur yang telah dilakukan sejak 2016 lalu. Jika dihitung hingga saat ini dari total sebanyak 7.000 hektar lahan tidur yang ada di Kabupaten Muratara, telah berhasil dibuka sebanyak 3000 hektar untuk diaktifkan kembali sebagai lahan pertanian.

Hal itu seperti diungkapkan Kepala Disperkan Kabupaten Muratara, Suhardiman, melalui Kabid Sarpas, Ade Meri. Menurut dia beberapa waktu lalu kepada awak media, tercatat ada sekitar 7.000 hektare lahan tidur di Kabupaten Muratara yang sangat berpotensi dan belum digarap maksimal.

“Dimulai sejak tahun 2016 lalu lahan tersebut diketahui banyak ditinggalkan masyarakat, karena dianggap tidak berpotensi menghasilkan sumber perekonomian. Dimana dari lahan-lahan itu mayoritas merupakan lahan pertanian jenis sawah lebak,” terangnya.

Kenapa ditinggalkan, alasannya karena menurut masyarakat sering kebanjiran saat musim penghujan dan alami kekeringan di musim panas. Lalu untuk masa panen, juga hanya bisa panen satu kali dalam satu tahun.

“Karena alasan tersebutlah kita terus berupaya untuk mengajak masyarakat agar tetap memanfaatkan lahan-lahan tersebut, dengan cara untuk lahan tidur dilakukan pembukaan kembali dengan mengunakan alat berat. Juga dilakukan sistem pompanisasi untuk lahan yang tetap beroperasi, guna mengatur tingkat airnya,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga membuatkan saluran irigasi, hingga pembagian bibit, agar petani di Kabupaten Muratara tetap semangat untuk bertani. “Sampai tahun ini sudah ada 3.000 hektare lahan tidur yang telah kita kembalikan fungsinya menjadi lahan produktif. Dimana untuk mengatasi masalah yang sering dikeluhkan petani, pihaknya terus mendorong peningkatan produksi pertanian di Muratara agar bisa panen dua kali dalam setahun.

Sekarang, lanjutnya, sudah ada lahan pertanian di Kabupaten Muratara yang masa panen sampai tiga kali dalam setahun dan rata-rata banyak yang dua kali panen. “Estimasi kuota 5 ton/hektar dan 30.000 ton produksi padi di wilayah Muratara telah tercapai. Meskipun ada sekitar 4000 hektar lahan potensi yang belum digarap, kita akan terus berupaya akan melakukan pembukaan lahan itu secara bertahap,” tutupnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here