Home Pendidikan Pembicara Internasional Kumpul di Seminar Fahum UIN Raden Fatah

Pembicara Internasional Kumpul di Seminar Fahum UIN Raden Fatah

0
Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Endang Rochmiatun, M.Hum

PALEMBANG.PE- Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah menggelar Seminar Nasional The 2st International Seminar on Adab and Humanities (ISAH), dengan tema “Development Collaborative Research in Islamic Malay Studies” di Hotel Arya Duta Palembang, Kamis(12/11). Seminar ini diharapkan bisa mewadahi civitas akademika, baik dosen dan mahasiswa, untuk mempunyai rekognisi akreditas level internasional.

Sejumlah narasumber berkompeten dari internasional hadir dalam Seminar Nasional The 2st International Seminar on Adab and Humanities atau ISAH yang digelar oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah.

Diantaranya Khairudin Aljunied Ph.D dari Georgetown University, Dr Chawky Bouanani dari El-Manar University, Ida Fajar Priyanto, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada, Tedi Permadi, M.Hum. dari Universitas Pendidikan Indonesia. Prof DR Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum dari Universitas Diponegoro, Endang Rochmiatun, M.Hum. dari UIN Raden Fatah, Ahmad Syukri, M.A. dari UIN Raden Fatah Palembang dan Dr Mulyadi, M.Hum dari Lecture Of Adab and Humanitties Faculty. dan sebagai keynote Speaker Prof. Dr. Nyayu Kodhijah, M.Si., Rektor UIN Raden Fatah Palembang.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Endang Rochmiatun, M.Hum mengatakan, Fakultas Adab Humaniora memiliki 4 program studi yaitu politik Islam, Sastra dan Bahasa Arab, Sejarah Peradabam Islam dan Perpustakaan. Menurut dia seminar internasional ini bisa mewadahi civitas akademik baik dosen dan mahasiswa untuk mempunyai rekognisi akreditas level internasional

“Sebagai pusat kajian Adab Humaniora wadah ini sebagai even tahunan, dimana menghadirkan pembicara dari berbagai negara untuk mengencangkan disiplin ilmu. Kami juga mendatangkan narasumber dari Belgia dalam ilmu perpustakaan, Mesir dalam Bahasa, Sastra Arab dari Tunisia, Peradaban Melayu dari Australia, dan Budaya juga dari Amerika. Diskusi ini memliki tema besar peradaban Melayu,” katanya.

Selain diskusi bulanan, lanjutnya, Fahum UIN juga melaksanakan forum diskusi bersama dosen juga kerja sama dengan museum dan mahasiswa. Seperti dalam praktikum membedah naskah pada workshop penulisan Aksara Ulu, dia berharap juga akan mendigitalkan dan mengalih mediakan. Sehingga museum bukan hanya display saja, tapi bisa menggali nilai nilai kearipan lokal

Sedangkan Ketua Panitia, Yanto, M.Hum, M.IP mengatakan, tujuan seminar nasional ini digelar selain sebagai tempat curah gagasan tentang peradaban Melayu Islam, juga untuk membekali wawasan tentang peradaban Melayu Islam dan sebagai masukan bagi pengembangan kajian peradaban melayu Islam di UIN Raden Fatah.

“Alhamdullilah semua narasumber hadir, dan dapat memberikan pemikiran terhadap peradaban Islam di Indonesia, terutama di Sumsel,” katanya. DUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here