Home Palembang Pemprov Bangun Masjid Raya Sriwijaya Senilai Rp 286 M

Pemprov Bangun Masjid Raya Sriwijaya Senilai Rp 286 M

0
MF Ridho.

PALEMBANG. PE – Dalam Rancangan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2021, dianggarkan dana sebesar Rp286 Milyar untuk pembangunan fisik Masjid Raya Sriwijaya. Bedanya, apabila sebelumnya pendanaan masjid yang berlokasi di Kawasan Jakabaring dan digadang-gadang bakal menjadi masjid termegah di Kawasan Asia Tenggara ini diserahkan kepada Yayasan Masjid Raya Sriwijaya, kali ini Pemprov Sumsel turun tangan langsung membantu pendanaan untuk penyelesaian pembangunan fisiknya.

Terkait besarnya alokasi anggaran dari pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pemukiman (PU Perkim) Sumsel tersebut, Anggota DPRD Sumsel mengimbau agar betul-betul di-manage waktunya, jangan sampai tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

“Kami meminta Pak Gubernur perlu terus mem-briefing instansi teknis dalam hal ini Dinas PU Perkim, yang bertanggungjawab akan pembangunan Masjid Sriwijaya ini. Karena penganggaran untuk pembangunan ini hasil plotting. Jangan sampai tidak bisa terserap, karena kalau sampai terjadi ini bukan sebuah prestasi yang baik,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Muhammad F.Ridho,ST,MT, di sela-sela rapat paripurna XXII pembahasan RAPBD Sumsel TA 2021, Selasa (24/11/2020).

Disampaikan pula oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat Sumsel ini, sepengetahuan dirinya anggaran pembangunan Masjid Raya Sriwijaya senilai Rp286 Milyar ini yang terbesar sepanjang terbentuknya Dinas PU Perkim Sumsel. Tanpa bermaksud meragukan pekerjaan ini akan dapat diselesaikan tepat waktu, politisi berlatar sarjana Teknik Sipil ini juga menyebut pembangunan fisik Masjid Raya Sriwijaya yang full konstruksi dengan tingkat kesulitan tinggi.

Ridho berkata hal ini karena berkaca akan proyek penimbunan lahan bakal kantor Pemprov Sumsel di Kawasan Keramasan dengan anggaran yang jauh dibawah Masjid Raya Sriwijaya hanya sebesar Rp145 Milyar, yang sampai saat masih dalam pengerjaan.

“Start awalnya untuk proyek penimbunan yang kami bilang agak terlambat, kenapa baru dikerjakan sekarang. Padahal cuma sebatas penghamparan tanah dan pasir dan perataan. Batas akhir proyeknya hingga akhir Desember mendatang,” terangnya Ridho.

Meski begitu, Ridho mendoakan agar proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu, karena tahun depan dianggarkan lagi dana untuk pengerjaan pondasi tiang pancang dengan anggaran sebesar Rp20 Milyar.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here