Home Parlemen & Politik Survei Indomatrik: Elektabilitas Pasangan Panca-Ardani Sulit Terkejar

Survei Indomatrik: Elektabilitas Pasangan Panca-Ardani Sulit Terkejar

0
Husin Yazid, Direktur Eksekutif Indomatrik, saat memaparkan hasil survei terhadap kandidat Pilkada OKUT, di Hotel Amaris Palembang, Rabu (18/11/2020).

PALEMBANG, PE – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumatera Selatan yang diikuti 7 wilayah Kabupaten, akan berlangsung tersisa dalam hitungan sekitar 22 hari kedepan, tepatnya 9 Desember 2020. Satu dari tujuh wilayah tersebut yakni Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, yang secara geografis berdampingan dengan kota Palembang.

Hasil rekaman dan potretan secara sistematis dan terukur yang sering disebut hasil survei, di mana tingkat elektabilitas pasangan nomor urut satu (1) Panca Wijaya Akbar dan Ardani sebesar 53,35 persen.

Sementara perolehan pasangan Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak sekitar 18,05 persen dan elektabilitasnya dikisaran 35,30 persen dan swing votter 11,35 persen. Hasil tersebut menggambarkan pasangan panca-Ardani sulit terkejar.

Hasil tersebut setidaknya terungkap dari segmen atau karakteristik pemilih milenial, dewasa, dan tua baik karakteristik umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan dan pendapatan mewakili populasi pemilih di Ogan Ilir dari keseluruhan pemilih.

Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei Indomatrik pada 4-10 November lalu, dengan total 840 responden secara proporsional tersebar di seluruh 16 Kecamatan, dimana secara random di kelurahan/Desa dengan perbandingan karakteristik demografis dan geografis yang proposional.

Metode wawancara dilakukan pada responden dengan cara bertatap muka, menggunakan teknik Mulistage stage random sampling dipilih dengan metode survei, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3,5 persen.

Dalam perhelatan pilkada tahapan yang paling menentukan dalam pemenangan yakni tingginya modal tingkat keterpilihan/elektabilitas. Hasil survei Indomatrk ini menunjukkan data yang konsekuen dan signifikan, artinya tingginya tingkat popularitas & kesukaan dari figur pasangan ternyata berdampak positif terhadap tingginya tingkat keterpilihan/elektabilitas dalam Pilkada Kabupaten Ogan Ilir.

Tingkat keterkenalan dari dua pasangan yang bersaing ini tergambar pasangan No. urut 2. Ilyas-Endang sebesar 97,00 persen sementara no. Urut 1 Panca-Ardani 96,50 persen. Dimana dalam survei Indomatrik ini tingkat kesukaan yakni pasangan No. urut 1, yakni Panca-Ardani 90,00 persen dan pasangan No. urut 2. Ilyas-Endang sebesar 91,50 persen.

Perolehan tingkat elektabilitas dari dua pasangan di pilbup kabupaten Ogan Ilir di perkuat angka pemilih loyal yang melekat, pasangan Panca-Ardani memiliki pemilih loyal yang menyatakan sudah yakin dengan pilihannya saat ini 93,55 persen, mungkin akan berubah 4,45 persen, dan mengatakan tidak tahu/tidak jawab sekitar 2,00 persen.

Sementara pasangan Ilyas-Endang memiliki pemilih loyal yang menyatakan sudah yakin dengan pilihannya saat ini 92,35 persen, mungkin akan berubah 6,10 persen, dan mengatakan tidak tahu/tidak jawab sekitar 1,55 persen.

“Angka pemilih loyal ini memperkuat gambaran semakin tidak terkejarnya pasangan Panca-Ardani,” ungkap Husin Yazid Direktur Eksekutif Indomatrik, di Hotel Amaris Palembang, Rabu (18/11/2020).

Tingginya tingkat elektabilitas pasangan Panca Wijaya Akbar dan Ardani, setidaknya tergambar berbagai alasan yang terungkap di mata masyarakat Ogan Ilir. Figur muda yang masyarakat sukai, kiprah orang tuanya sebagai pelopor kKabupaten Ogan Ilir masih melekat, sosok yang ramah di mata publik, figur yang dapat dipercaya, menginginkan perubahan dan pembaharuan, terlihat cerdas. Indikator tersebut setidaknya memperkuat kesukaan pada sosok pasangan Panca dan Ardani.

Di sisi lain masyarakat yang menginginkan kembali petahana melanjutkan kepemimpinanya, diantaranya dianggap sudah berpengalaman, tinggal melanjutkan program, kinerja terlihat, populer di mata masyarakat, terlihat tegas, pengalaman memimpin.

Masih tingginya pemilih yang mengambang atau belum menentukan (swing votter) disertai masih ada kemungkinan untuk merubah pilihan calon Bupati hingga saat pemilihan Bupati 9 Desember nanti.

Dikarenakan masih akan melihat program dari pasangan Bupati/wakil Bupati 13,50 persen, melihat debat dari pasangan 12,25 persen.

Masih mempertimbangkan mana pasangan yang terbaik 11,35 persen, masih ada waktu pencoblosan 10,20 persen, membandingakan dengan pasangan lain 9,10 persen, belum tahu banget dengan pasangan yang maju 8,55 persen, belum yakin dengan pasangan tersebut.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here