Home Adhyaksa Sriwijaya Tim Pidsus Kejari Prabumulih Geledah Bank Plat Merah

Tim Pidsus Kejari Prabumulih Geledah Bank Plat Merah

0
Tim Pidsus Kejari Prabumulih saat melakukan penggeledahan di salah satu bank BUMN, dalam kasus dugaan korupsi penyalagunaan pemberian kredit modal usaha.

Dugaan Penyalahgunaan Pemberian Kredit Modal

PRABUMULIH.PE – Kasus dugaan korupsi penyalagunaan pemberian kredit modal usaha di salah satu bank milik BUMN di yang ada di Kota Prabumulih yang merugikan negara mencapai miliaran rupiah, terus berlanjut. Pasalnya, Senin (23/11/2020) tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Prabumulih melakukan penggeledahan di salah satu ruang bank BUMN tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH melalui Kasi Pidsus, Wan Susilo SH MH langsung turun bersama dengan Kasi Intelijen Hendra Gunawan SH, serta beberapa orang jaksa.

Tim jaksa penyidik tiba di bank tersebut sekitar pukul 11.00 WIB, dan langsung melakukan penggeledahan menyisir satu persatu ruangan di bank hingga memakan waktu lebih kurang selama 6 jam atau tepatnya pukul 17.00 WIB untuk mencari barang bukti dokumen terkait dugaan pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Withdrawall Approval (KMKWA) ke salah satu perusahan swasta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH melalui Kasi Pidsus, Wan Susilo SH MH dan Kasi Intelijen Hendra Gunawan SH mengatakan, penggeledahan ini dilakukan terkait penanganan dugaan korupsi adanya penyalahgunaan dalam pemberian fasilitas kredit modal oleh bank plat merah di Prabumulih ke salah satu nasabah atau debitur PT KDI pada tahun 2017-2019.

“Untuk total nilai pinjaman kreditnya sebesar Rp5,8 Milyar dan gagal bayar,” ungkap Kasi Pidsus kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Tim penyidik Kejari melakukan pengumpulan bukti-bukti, berupa dokumen berkaitan dengan kasus yang ditangani. Rencananya, sambung dia, penggeledahan juga akan dilakukan di beberapa lokasi.

“Tim penyidik akan terus melakukan pemeriksaan secara intensif ke pihak terkait, baik yang ada di wilayah Prabumulih maupun yang berada di luar daerah mengingat sudah banyak yang pindah tugas,” bebernya.

Lebih lanjut disampaikan Kasi Pidsus, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi serta analisis data dokumen sebelumnya, ditemukan adanya fakta-fakta unsur perbuatan melawan hukum yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

“Diantaranya terdapat pelanggaran prosedur dalam proses pengajuan dan pencairan kredit yg tidak sesuai ketentuan pedoman pelaksanaan kredit (PPK), sehingga mengakibatkan kredit dari debitur hingga saat ini tidak dapat dilunasi atau menunggak,” terangnya.

Untuk memastikan nilai kerugian keuangan negara, lanjutnya, tim juga masih berkoordinasi, dan menunggu hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari ahli BPKP perwakilan Provinsi Sumsel.

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan tindak pidana korupsi besar di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan kini diam-diam tengah dibidik oleh pihak kejaksaan.

Dugaan tindak pidana korupsi tersebut, bahkan dikabarkan melibatkan perbankan dan keuangan di Kota Prabumulih, hingga potensi kerugian negara yang diestimasi mencapai Rp 2 Milyar lebih. Hal itu juga dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, Taufik Gunawan SH MH. Ia menyebutkan dugaan sementara kasus yang ditangani itu berlangsung sudah sejak lama, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 2 Milyar lebih. RAY

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here