Home Sumsel Lahat Titik Hotspot Perlu Dimonitoring

Titik Hotspot Perlu Dimonitoring

0
Dandim 0405 Lahat Letkol Inf Shawaf Al Amien saat memberikan materi dan membuka pelatihan penanggulangan bencana Alam di Gedung Juang Kodim 0405 Lahat, Sabtu (7/11/2020). Foto : BERNAT/PALPRES

LAHAT, PE – Sebanyak 60 personel gabungan yang terdiri dari Kodim 0405 Lahat, BPBD, Manggala Agni, Polres dan Pol PP Damkar, mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam di Gedung Juang.

Dalam kesempatan itu, Dandim 0405 Lahat, Letkol inf Shawaf Al Amien SE Msi didamping Pasi Ops Kapten Inf Sunarko menyampaikan tentang bahaya Karhutla. Selain itu melalui pelatihan ini, diharapkan bisa saling bertukar informasi dan bersilaturahmi dengan semua elemen.

“Kabupaten (Lahat) termasuk dalam katagori tidak rawan Karhutla, meskipun begitu kita semua harus tetap waspada,” ujarnya, Sabtu (7/11/2020).

Ditempat sama, Kabag Ops Polres Lahat Kompol Sunarso mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi dan juga meningkatkan kedekatan antar elemen.

“Titik hotspot di daerah Lahat ini sangat banyak yang perlu kita antisipasi dan bagaimana penanganannya,” kata Kabag Ops.
Selain itu, Kabag Ops meminta, kepada semua anggota untuk mengingatkan kepada keluarga-keluarga untuk tidak membakar lahan sesukanya karena dapat membahayakan semua orang.

“Dari data yang di terima dari BMKG, untuk tahun ini karhutla di daerah Sumatera khususnya Kabupaten Lahat, datanya mengalami penurunan,” ungkap Kabag Ops.

Sedangkan, masih dikatakan Sunarso, untuk banjir di Lahat sering terjadi banjir seperti daerah Kikim Area. Didaerah tersebut setiap tahun pasti terjadi banjir, ditambah lagi longsor bisa saja terjadi dikarenakan curah hujan yang tinggi.

“Saya sampaikan, peralatan dan personil untuk satgas itu sebenarnya masih kekurangan untuk BMKG. Kami tidak ada apa-apa bila tidak ada bantuan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dab Damkar. Tapi apabila diperlukan kami selalu siap diterjunkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kadaops Manggala Agni Edi Satriawan mengakui, terdapat hotspot yang perlu diantisipasi untuk pencegahan karhutla. Bahkan terdapat hotspot yang bisa dibilang tidak terdapat hotspot karhutla, tetapi harus juga di antisipasi.

“Kedepannya sinergitas, komunikasi, harus kita kembangkan antara TNI, Polri, dan BPBD, untuk mengevaluasi atau memperbaiki,” tukasnya. BRN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here