Home Headline News Atlet PON Sumsel Haruslah Putra Daerah

Atlet PON Sumsel Haruslah Putra Daerah

0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berfoto bersama Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin dan jajaran sambil menautkan kedua tangan sebagai simbol keutuhan.

PALEMBANG, PE – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel untuk memprioritaskan pembinaan atlet-atlet putra daerah, guna memperkuat provinsi ini di ajang nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Jangan pernah membeli atlet dari luar.

Hal itu kembali ditegaskannya seusai membuka Rapat Kerja Daerah KONI Sumsel di Ballroom Hotel Swarna Dwipa, Rabu (23/12). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pengurus KONI dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

“Jangan kita mengejar kegembiraan semu. Lebih baik apa adanya, tapi milik kita. Kalau memang prestasinya bernilai sekian, kita harus bahagia, karena itu orang kita. Jangan kita bahagia sebentar, lalu orangnya (atlet) pergi. Rupanya milik daerah lain,” ucapnya kepada awak media.

Dikatakan dia, harapan masyarakat kepada KONI Sumsel begitu besar untuk membangkitkan olahraga di provinsi ini. Namun, kebangkitan prestasi itu haruslah didapat dari atlet-atlet putra daerah.

“Masyarakat ingin olahraga di Sumsel ini bangkit. Bangkit dalam keasliannya, bukan dalam kesemuan,” ucapnya.

Menurutnya, perlu ada upaya bersama dari semua stakeholder, untuk memajukan olahraga di Sumsel. Ia optimis, prestasi itu akan didapat asalkan ada upaya serius.

“Kalau kita atur bersama, dorong bersama, saya yakin apa yang kita harapkan akan segera terwujud. Selama kita serius,” kata mantan Bupati OKU Timur dua periode ini.

Terkait deraan masalah yang menerpa KONI Sumsel dalam setahun kepengurusan Ketua Umum KONI Sumsel Hendri Zainuddin, seperti keterbatasan dana dan deraan pandemi Covid-19, jangan sampai membuat pengurus patah semangat.

“Pandemi membuat kita harus membuat pembatasan-pembatasan, seperti suporter. Memang ada manfaatnya, keributan di lapangan tidak ada. Tapi tak ada sensasi menonton pertandingan secara virtual. Asal jangan mainnya ikut virtual juga,” selorohnya.

Infrastruktur olahraga di Sumsel, ia melanjutkan, sudah mumpuni untuk pembinaan atlet. Malah, Pemprov Sumsel telah menggelontorkan Rp100 miliar lebih, untuk membangun sepuluh stadion di kabupaten dan kota selama kurun waktu 2019-2020.

“Saya ingin atlet itu memang wong kito. Untuk apa dibentuk lembaga ini (KONI) kalau ambil pemain dari luar,” ucapnya.

Ia pun meminta agar pengurus KONI Sumsel solid. Buang jauh-jauh perbedaan partai dan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Kalau sudah di kepengurusan KONI, maka fokus pada satu tujuan, yakni memajukan olahraga di Sumsel.

“Syarat yang paling penting itu keutuhan. Kita boleh berbeda partai politik, agama, profesi, asal suku, cabor. Tapi ketika kita dalam satu wadah yang namanya KONI ini, kita harus bersatu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin mengatakan, pihaknya mendapat warisan utang cukup banyak dari pengurus lama. Salah satunya utang bonus atlet dua bulan.

“Alhamdulillah sudah selesai. Utang dengan JSC juga. Yang belum itu bonus Porwil. Kita anggarkan di 2021. Kalau cair sekitar April dan Mei, segera kita berikan ke atlet,” ucapnya.

Disinggung pembinaan atlet-atlet asli Sumsel, ia mengatakan, sudah berjalan. Ia berharap kuota 133 atlet yang dibina ini asli Sumsel.

“Kita akan rumuskan pintu masuknya itu dari SONS (Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya) dan Porprov tahun lalu. Porprov nanti  (Porprov Sumsel XIII-2021 di Kabupaten OKU Timur), kita akan lihat potensi atlet yang terbaik,” terangnya.

Rapat kerja ini mengangkat tema ‘Membangun Kebersamaan yang Solid dalam Rangka Menghadapi PON XX Papua, Porprov XIII 2021’. Kegiatan tersebut adalah yang pertama digelar sejak kepengurusan KONI Sumsel pimpinan Hendri Zainuddin dilantik pada 26 Januari 2020.

Dalam sambutannya, Hendri mengatakan, KONI Sumsel dalam kepengurusannya menghadapi tantangan berat. Baru dua bulan kerja, pandemi melanda. Lalu, pihaknya kesulitan dalam anggaran. Memang dalam APBD dianggarkan Rp24 miliar untuk KONI Sumsel. Tapi dananya dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)  Sumatera Selatan.

“Tentu ini sangat menyulitkan. Baru kali ini terjadi, KONI tidak diberi wewenang untuk mengelola keuangannya,” sindir dia.

Untunglah Pemprov Sumsel berbaik hati dengan memberikan dana operasional Rp4 miliar kepada KONI Sumsel.

“Alhamdulillah berkat kebijakan Pak Gubernur, kita akan kembali mengelola dana tersebut tahun 2021 nanti,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here