Home Sumsel Banyuasin Baru Dua Pejabat Banyuasin Bedah Rumah Warga, Sisanya Ragu-Ragu

Baru Dua Pejabat Banyuasin Bedah Rumah Warga, Sisanya Ragu-Ragu

0
Kediaman Rudi, warga Sumber Mekar Mukti, Kecamatan Tanjung Lago, layak mendapatkan program bedah rumah tidak layak huni, dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

BANYUASIN, PE – Bupati Banyuasin H Askolani menginstruksikan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyisihkan sebagian penghasilannya, guna membedah rumah warga yang tidak layak huni. Sayangnya, baru dua pejabat saja yang bersedia melakukannya.

Mereka adalah Kepala Badan Kesbangpol Banyuasin Sopian Permana dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuasin Roni Utama. Sementara yang lain terkesan ragu-ragu melaksanakan perintah tersebut.

Rudi, warga Sumber Mekar Mukti, Kecamatan Tanjung Lago, mengaku rumahnya layak dapat bantuan bedah rumah tak layak huni dari pejabat Banyuasin. Sebab kondisi rumahnya yang berupa gubuk reot. “Berharap sekali rumahku dibedah,” harap dia.

Ia mengaku sejauh ini belum mendapatkan bantuan bedah rumah, yang bersumber dari dana apapun. Padahal, sering diminta usulan, tapi bantuan itu tak kunjung datang.

“Adanya kebijakan Bupati tersebut, mudah dan cepat mendapatkan bantuan bedah rumah,” bebernya.

Sebelumnya Bupati Banyuasin Askolani mewajibkan pejabat pemerintah Banyuasin melaksanakan bedah rumah menggunakan dana pribadi, yakni bupati (tiga unit), wakil bupati dan sekda (dua unit), serta setiap kepala dinas dan camat (satu unit).

Selain itu, program tersebut juga didukung oleh skema pendanaan dari APBN, dana aspirasi Anggota DPR RI, CSR, serta Badan Amal Zakat Nasional (Baznas).

“Saya telah membuat kebijakan, eselon II di lingkup Pemkab Banyuasin diwajibkan membangun sebanyak 64 rumah dan camat sebanyak 21 rumah, sedangkan Dana Desa sebanyak 5-10 rumah untuk setiap desa sehingga total rumah yang diperbaiki mencapai 3.040 unit,” ucapnya. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here