Home Kriminal Berbekal CCTV, Pencuri Kabel Grounding LRT Dibekuk

Berbekal CCTV, Pencuri Kabel Grounding LRT Dibekuk

0
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Edi Rahmat Mulyana saat press release tertangkapnya pencurian kabel grounding di Stasiun Light Rail Transit (LRT) Punti Kayu

PALEMBANG, PE – Berbekal rekaman CCTV, aksi pencurian kabel graounding di Stasiun Light Rail Transit (LRT) Punti Kayu di Jalan Kol H Barlian, Kecamatan Sukarami Palembang pada 10 November lalu sekitar pukul 00.10 WIB, berhasil dibekuk Tim Opsal Unit Pidana Umum (Pidum) bersama Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang.

Berhasil diamankan dua dari empat pelaku yang terlibat. Pelakunya yakni Epi Herlanta (35) warga Jalan Naskah, Lorong Buntu, Kecamatan Sukarami Palembang, dan M Supri Yono (28) warga Jalan Sukakarya, Kecamatan Sukarami Palembang, diamankan di kediamannya masing-masing beberapa waktu lalu.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Edi Rahmat Mulyana mengatakan, bahwa kedua pelaku ini terlibat pencurian kabel Grounding di lima Stasiun LRT di Palembang.

“LRT merupakan sarana publik yang sangat vital, oleh karena itu anggota kita bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua dari empat pelaku yang terlibat pencurian kabel grounding di lima Stasiun LRT,” ujarnya, Kamis (17/12).

Kombes Pol Anom menuturkan, bahwa dalam aksi ini melibatkan orang dalam yakni keamanannya yakni pelaku Supri. “Pelaku ini orang dalam dimana ia merupakan keamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sehingga ketiga rekannya dengan leluasa melakukan aksinya,” katanya.

Lanjutnya mengatakan, bahwa anggotanya saat ini sedang mengejar dua pelaku lainnya yang masih buron. “Kita masih memburu dua pelaku lainnya yang masih buron, dan anggota kita sudah mengantongi identitas keduanya,” ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku, anggotanya turut mengamankan barang bukti berupa kabel grounding kurang lebih 80 meter, satu buah kunci ring nomor 14-13, dan satu buah pisau. “Atas ulahnya pelaku terancam hukuman sembilan tahun penjara,” tuturnya.

Sementara itu, pelaku Supri mengaku bahwa perannya dalam aksi yang dilakukan yakni mengecek kabel grounding tersebut teraliri listrik atau tidak. “Saya bertugas mengecek kabel itu terlebih dahulu dengan menggunakan obeng,” tuturnya.

Kemudian dia memotong kabel dengan pisau, yang memudahkan para pelaku mengambil kabel itu. “Kami jual ke pengepul barang bekas dan hasilnya kami bagi rata,” tambahnya.

Ditempat sama, SITE Manager PT LEN Industri Persero, Febri Mahendra menuturkan, bahwa awalnya pihaknya mendapati adanya beberapa Stasiun LRT kehilangan kabel dan hal itu pun sudah dilaporkan.

“Kita menemukan adanya kehilangan kabel tembaga yang berfungsi sebagai pengaman petir. Bila kabel ini tidak ada atau tidak berfungsi akan berdampak buruk, karena akan menyambar ke peralatan LRT,” bebernya.

Ia menjelaskan, bahwa aksi terakhir pelaku meninggalkan jejak dimana biasanya tidak ada bekas, kali ini para pelakunya meninggalkan jejak. “Dalam aksi terakhirnya mereka turun dari Stasiun LRT, dan membawa barang bukti disaat itulah aksi mereka terekam CCTV kita,” tukasnya. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here