Home Sumsel Muara Rupit Dari Pandemi Covid-19 hingga Tak Ada Anggaran

Dari Pandemi Covid-19 hingga Tak Ada Anggaran

0
Jalanan tempat perkantoran di Muratara yang sepi sejak Covid-19 merebak

MUARATARA,PE- Sejak merebaknya pandemi Covid-19, banyak pemangkasan anggaran di dinas-dinas yang ada di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Kondisi itu seolah-olah menjadi alasan pembenar, bagi beberapa oknum petinggi OPD untuk jarang ngantor.

Salah satunya terjadi di DPMPTSP Muratara, yang menyebabkan pintu masuk kantor dinas itu digembok dan disegel oleh para stafnya sendiri.

Seperti diungkapkan Andi (38) warga Kecamatan Rupit, Kamis (3/12/20), bahwa banyaknya oknum OPD yang jarang ngantor dengan alasan tidak ada anggaran karena dipangkas Covid-19, karena tidak adanya ketegasan dari atasan mereka yang membuat oknum perangkat daerah tersebut semakin menjadi bolos kerjanya. Bahkan, ada yang sampai berbulan-bulan tidak masuk kerja.

“Kita sangat menyayangkan hal tersebut, karena mereka sudah diamanahkan jabatan, tapi tidak bisa menjalankan. Padahal masih banyak orang lain yang ingin bekerja seperti mereka, namun tidak punya kesempatan dan sedangkan mereka ini sudah diamanahkan, namun tidak dipergunakan dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, jika alasannya masalah tidak punya lagi anggaran untuk dikelola, itu bukanlah suatau alasan dan sangat tidak masuk akal. “Sebab mereka digaji oleh pemerintah, bukan bergantung dengan anggaran yang ada di OPD masing-masing. Jadi sangat tidak logis bila wabah Covid-19, menjadi alasan utama mereka untuk tidak masuk kerja atau ngantor,” tuturnya.

Sementara itu Mas (42), salah satu pedagang yang membuka usaha dekat dengan kantor-kantor dinas mengungkapkan, sejak wabah Covid-19, pemasukannya semakin hari semakin berkurang. Kondisi kian susah, dengan banyaknya pegawai yang tidak masuk kerja.

Kalau selama ini banyak pegawai pemerintah makan di warungnya, namun sejak wabah Covid-19 ini dan ditambah banyaknya pekerja pemerintah yang sering tidak aktif kerja, secara otomatis sangat berpengaruh bagi pedagang-pedagang kecil sepertinya

“Wajar saja bawahan mereka seperti itu, kalau atasanya juga yang mengajarkan. Kalau bisa kepada pemerintah daerah agar memberi ketegasan kepada bawahannya, supaya bisa diefektifkan kembali. Supaya usaha kami bisa berjalan seperti semula, dan tidak sampai mati modal,” harapnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here