Home Kriminal Maling Ponsel yang Viral di Medsos Dibekuk

Maling Ponsel yang Viral di Medsos Dibekuk

0
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Edi Rahmat Mulyana saat press release ditangkapnya pencuri ponsel yang viral di medsos.

PALEMBANG, PE – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang berhasil mengungkap aksi pencurian ponsel di sebuah toko percetakan, yang sempat viral di media sosial (medsos) Instragram.

Dimana, anggota Satreskrim Polrestabes Palembang mengamankan pelakunya yakni MS (18), warga Rumah Susun Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang.

“Pelaku diamankan anggota kita di kediamannya beberapa waktu yang lalu,” ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Edi Rahmat Mulyana, Jumat (18/12).

Tertangkapnya pelaku tersebut, berkat rekaman CCTV yang diberikan korban Heri (32). Di mana pencurian tersebut, terjadi di toko percetakan milik korban di Jalan Ahmad Yani, Keluarahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Kamis (10/12), sekitar pukul 14.37 WIB.

“Akibat ulahnya, pelaku kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara tujuh tahun, adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu buah ponsel milik korban,” katanya.

Sementara itu, pelaku Sairan mengaku nekat melakukan aksi pencurian itu karena terdesak kebutuhan ekonomi. “Awalnya saya tidak ada niat, tapi melihat ada ponsel tergeletak dan tidak ada orang jadi timbulah niat itu,” aku dia.

Setelah mengambil ponsel, dia mengaku langsung kabur. Belum sempat menjual ponsel, dia terlebih dahulu tertangkap anggota Satreskrim Polrestabes Palembang. KUR

Penjual Bensin Eceran Ditemukan Tewas Tergantung
PALEMBANG, PE – Warga Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang dihebohkan dengan adanya seorang laki-laki yang ditemukan gantung diri di rumahnya, Kamis (17/12) sekitar pukul 05.20 WIB.

Rika (22) adik kandung korban mengatakan, bahwa kakaknya yang bernama Rudi Irawan selama ini tinggal bersama ia dan juga suaminya di rumah tersebut.

“Kami tinggal dilantai dua, sedangkan kakak saya ini tinggal di lantai bawah. Dan dia juga belum menikah,” ujar Rika sambil meneteskan air mata,” Kamis (17/12).

Rika menjelaskan, sehari-hari kakaknya berjualan bensin eceran di depan rumah. “Semalam dia baik-baik saja, masih makan,” katanya.

Sebelumnya, korban sempat mengatakan kepada adiknya bahwa ia ingin mati dan gantung diri. “Lebih dari tiga kali dia bilang mau bunuh diri, namun itu hanya omongan saja. Dan kali ini dia benar-benar lakukan,” jelasnya.

Korban selama ini dikenal pendiam dan jarang berbicara. “Dia jarang ngomong, sekali diajak ngobrol hanya jawab seadanya saja,” ungkapnya.

Rika menuturkan, subuh tadi saat ia ingin pergi ke kamar mandi ia kaget melihat kakaknya dalam posisi tergangung menggunakan tali.

“Saya panggil kak kak bangun, kamu kenapa. Karena badan nya sudah keras lantas saya memanggil suami saya,” katanya. Diketahui korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

“Korban sudah dimakamkan tadi sehabis salat zuhur di pemakaman terdekat,” tuturnya. Diketahui kedua orang tua korban sudah lama bercerai.

Sementara itu Kapolsek Kertapati, Iptu Irwan Sidik membenarkan adanya warga Jalan Mataram yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri. “Korban sudah dimakamkan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban,” tutupnya. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here