Home Konsultasi Menuntut Tetangga Ganggu Kenyamanan

Menuntut Tetangga Ganggu Kenyamanan

0
Dr.H.Firman Freaddy Busroh,SH,M.Hum

Redaksi Yth.

Saya ingin bertanya terkait masalah yang saya alami selama ini. Saya punya tetangga yang memiliki kebiasaan menyetel musik dengan suara keras melebihi batas, bahkan terkadang dari malam hingga pagi hari. Jelas hal ini sangat mengganggu kenyamanan kami sekeluarga.

Saya sudah pernah mengingatkan dia terkait kebiasaan tersebut dan sempat berhenti beberapa waktu, tapi tetangga saya itu kembali mengulangi lagi perbuatannya.

Pertanyaan saya, bagaimana kedudukan saya di mata hukum dalam kasus tersebut? Bisakah saya menuntut tetangga saya itu di muka hukum? Mohon saran dan pencerahan dari Pengasuh, Terima Kasih.

Ahmad Irawan
Jalan DI Panjaitan, Palembang

Jawaban :

Kehidupan bertetangga seharusnya saling menghargai dan menjaga ketertiban. Tapi ada kalanya kita menemui tetangga yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan. Perbuatan tetangga yang mengganggu kenyamanan dapat dijerat hukum antara lain Pasal 503 angka 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi:

Dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga hari atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 225 barangsiapa membuat riuh atau ingar, sehingga pada malam hari waktunya orang tidur dapat terganggu.

Selain pasal tersebut diatas, tetangga yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan juga bisa ditindak dengan Peraturan Daerah (Perda) antara lain Perda Provinsi Sumatera Selatan Nomor 2 tahun 2017 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Masyarakat yang melanggar Perda ini bisa dipidana dengan ancaman kurungan paling lama 30 hari dan denda paling banyak Rp. 20 juta rupiah.

Perbuatan tetangga yang mengganggu tersebut bisa saudara laporkan ke Ketua RT, dimana salah satu tugas Ketua RT melakukan pengawasan dan pembinaan masyarakat diwilayahnya. Perilaku tetangga yang mengganggu ketertiban dan ketentraman harus mendapat teguran. Apabila tetangga tersebut tidak berubah dan masih saja mengganggu, maka saudara bisa menempuh jalur hukum. Demikian semoga membantu.

Dr.H.Firman Freaddy Busroh,SH,M.Hum, CTL
Ketua Dewan Pembina STIHPADA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here