Home Parlemen & Politik Partisipasi Pemilih di Sumsel Diatas Rata-rata Nasional

Partisipasi Pemilih di Sumsel Diatas Rata-rata Nasional

0
Amrah Muslimin

PALEMBANG, PE – Dari tujuh Pilkada serentak di Sumsel, terdapat satu Pilkada Kabupaten yang partisipasi pemilihnya tidak mencapai target nasional 77,5 persen.

Satu Pilkada yang dimaksud yaitu Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Pilkada calon tunggal melawan kotak kosong ini hanya tembus 71,19 persen partisipasi pemilih. Angka ini jauh dari target partisipasi pemilih nasional sebesar 77,5 persen.

Diketahui Pilkada OKU hanya menghadirkan satu pasang calon Bupati-Wakil Bupati, pasangan Kuryana Azis – Johan Anuar dengan diusung 11 partai politik.

Selain di OKU, Pilkada calon tunggal juga terjadi di Pilkada OKU Selatan. Yaitu pasangan calon, Popo Ali – Sholehien Abuasir. Di Pilkada ini, angka partisipasi melampaui target nasional 85 persen.

Komisioner KPU Sumsel, Amrah Muslimin mengatakan, dua Pilkada OKU dan OKUS cukup menarik, karena keduanya melawan kotak kosong.

“Mari kita lihat dari awal. OKUS dari awal memang tidak ada tokoh atau elite parpol yang kita pantau untuk mencalonkan sebagai cakada di OKUS, karena beberapa survei yang dirilis petahana elektabilitasnya tinggi sekali. Sehingga semua parpol akhirnya mengarahkan dukungan ke petahana,” ujar Amrah, Kemarin (12/12).

Lebih lanjut Amrah mengatakan, di OKUS sejak awal sebelum pencalonan beberapa tokoh sudah terlihat melakukan sosialisasi sebelum pencalonan. Ini dibuktikan dengan banyaknya beleho yang dipasang, sebelum tahapan pencalonan dimulai.

Dilanjutkannya, proses rekomendasi parpol memang berlangsung diakhir jelang pendaftaran pasangan calon sehingga membuat calon lain tidak dapat mencalonkan. Karena tidak memenuhi 20 persen kursi DPRD, sebagai syarat dukungan.

Hal ini mengakibatkan muncul gerakan yang mendukung kotak kosong di OKU. Kendati di OKU partisipasi pemilih tidak tembus target, Amrah mengatakan angka 71,19 cukup tinggi dibanding daerah lain di luar Provinsi Sumsel, dimana masih ada partisipasi yang hanya 60 persen.

“Khusus OKU saya kira tetap tinggi ya, dibanding dengan beberapa daerah Kabupaten diluar Provinsi Sumsel, bahkan ada yg 60 persen,”tukasnya. JAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here