Home Uncategorized Alumni Diminta Tebar Islam Moderat

Alumni Diminta Tebar Islam Moderat

0
SELFIE --- Sejumlah wisudawan UIN Raden Fatah Palembang berselfie usai mengikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-75 di Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu (30/1). Foto : Sri Devi, Palpres

977 Mahasiswa UIN Rafah Diwisuda Virtual dan Tatap Muka

PALEMBANG, PE – Moderasi beragama dinilai menjadi solusi untuk menghindari sikap ekstrem berlebihan, fanatik dan sikap revolusioner dalam beragama. Konsep moderasi juga dinilai menjadi kunci terciptakan toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional maupun global.

Dalam pemahaman itulah, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si mengajak kepada alumni untuk menebarkan konsep Islam Moderat kepada masyarakat. Sebab, moderasi beragama merupakan sikap yang seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif).

“Untuk itulah, saya berpesan dan berharap kepada alumni agar menjadi mercusuar dalam menebarkan Islam yang moderat yang senantiasa mengedepankan sikap inklusif, toleran, adil, dan plural di tengah masyarakat yang beragam agama, suku, dan budaya di berbagai bidang kehidupan dan berbagai profesi. Semangat moderasi beragam juga menjadi agenda besar di lingkungan Kementerian Agama sebagai upaya memperkuat sintesis agama dan Negara untuk memperkokoh NKRI yang beragam,” terang Rektor Nyayu saat memberi sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-75 di Academic Center, UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu (30/1).

Lebih jauh kata Rektor UIN Rafah, moderasi sendiri menolak ekstremisme dan liberalisme dalam beragama adalah kunci keseimbangan, demi terpeliharanya peradaban dan terciptanya perdamaian. Dengan cara inilah masing-masing umat beragama dapat memperlakukan orang lain secara terhormat, menerima perbedaan, serta hidup bersama dalam damai dan harmoni. Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama bukan hanya pilihan, melainkan sebuah keharusan.

“Keseimbangan atau jalan tengah dalam praktik beragama ini niscaya akan menghindarkan kita dari sikap ekstrem berlebihan, fanatik dan sikap revolusioner dalam beragama. Seperti telah diisyaratkan sebelumnya, moderasi beragama merupakan solusi atas hadirnya dua kutub ekstrem dalam beragama, kutub ultra-konservatif atau ekstrem kanan di satu sisi, dan liberal atau ekstrem kiri di sisi lain,” jelasnya.

Seperti diketahui, ada 977 mahasiswa yang mengikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-75, Sabtu (30/1). Kegiatan ini sendiri dilaksanakan secara virtual dan tatap muka. Khusus tatap muka hanya dihadiri 81 mahasiswa berprestasi selama menempuh pendidikan di kampus berbasis Islam tersebut.

Diketahui, peserta wisuda berprestasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi, untuk Program Strata Satu diraih oleh Entin Safitri dengan IPK 4.0, Program Magister diraih Zainal Arifin dengan IPK 3.85, dan Program Doktor diraih Abdul Kher dengan IPK 4.0.

Sementara itu, salah seorang peserta wisuda berprestasi, DR H Abdul Kher Lc MAg berhasil meraih predikat tertinggi untuk jenjang Program Doktor. Dalam menyelesaikan Disertasinya, Abdul Kher mengaku mengangkat tradisi cawisan yang digunakan oleh para ulama dalam berdakwah.

“Hal yang saya temukan dalam penelitian ini, para ulama berdakwah disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat saat itu. Untuk saat ini, metode dakwah yang tepat menggunakan youtube atau media lainnya,” jelasnya. RIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here