Home Sumsel Banyuasin Ancam Sebar Foto Asusila Korban ke Medsos, Andreansyah Diciduk Polisi

Ancam Sebar Foto Asusila Korban ke Medsos, Andreansyah Diciduk Polisi

0
Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIK menunjukkan barang bukti kasus pemerasan yang dilakukan Andreansyah.

Banyuasin, PE – Andreansyah (19), warga Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III ditangkap Satreskrim Polres Banyuasin, Kamis (21/1) malam.

Penangkapan terhadap pelaku setelah ada laporan dari korban, warga Banyuasin, atas kasus pemerasan dengan ancaman mengunggah/menyebarkan foto asusila ke publik.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIK MH mengatakan, kasus ini bermula saat pelaku Andreansyah berinisiatif membuat akun Facebook dan WhatsApp palsu dengan menggunakan foto orang lain berwajah tampan, dengan nama samaran Arya Pranata.

“Pelaku pakai akun Facebook dan WA palsu,” ujarnya didampingi Kasatreskrim AKP M Ikang Ade Putra SIk MH ketika menggelar jumpa pers press release di Mapolres Banyuasin, kemarin.

Usai itu, pelaku langsung mencari mangsa dengan cara mencari nomor ponsel korban di media sosial Facebook. Kemudian mengirim pesan via Whatsapp. “Setelah itu pelaku mengajak korban kenalan pakai akun Facebook dan WA palsu,” katanya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku merayu korban untuk menjadi pacarnya. “Korban terpikat, setelah pelaku berwajah tampan dan dermawan kepada orang dengan memberikan bantuan berupa uang,” ungkapnya.

Ini dibuktikan lewat bukti screenshot Whatsapp, yang dibuat pelaku. Seakan-akan pelaku mengirimkan uang berupa bukti video uang, bukti foto uang, dan transfer.

Setelah terbuai bujuk rayu pelaku, korban diminta pelaku untuk mengirimkan foto asusila. Kendati sempat ditolak, korban akhirnya luluh dengan mengirimkan foto bagian sensitifnya ke nomor WA pelaku.

Rupanya pelaku ada niat lain, yaitu hendak mengajak korban berhubungan intim, tapi korban menolak dengan alasan takut hamil. Mendapatkan penolakan itu, pelaku meminta uang senilai Rp2 juta kepada korban. “Jika tidak dipenuhi, maka pelaku mengancam akan menyebarkan foto-foto porno korban ke media sosial,” terangnya.

Karena ketakutan, korban mentransfer uang sekitar Rp 100.000 pada tanggal 20 Januari dan 21 Januari senilai Rp 500.000. “Dikirim ke rekening pelaku atas nama Andreansyah,” imbuhnya.

Tapi pelaku merasa uang yang dipunya tidak dipenuhi. Ia pun kembali mengancam akan menyebarkan foto itu ke media sosial. “Karena terus diancam, korban melaporkan aksi pemerasan itu ke Polres Banyuasin,” ucapnya.

Begitu mendapatkan laporan, anggota Satreskrim Polres Banyuasin langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Langsung kita amankan tersangka di kediamannya, tanpa ada perlawanan,” tuturnya.

Dari pengakuan tersangka, ada 8 korban. Tapi pihaknya akan terus mendalami keterangan itu. Selain tersangka, ikut diamankan pula dua handphone, buku tabungan, uang Rp600 ribu, dan bukti setor. Pelaku dikenai Pasal 27 ayat 4 Jo pasal 45 ayat 4 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Dengan ancaman penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Sementara itu, Andreansyah mengakui ada sekitar 8 perempuan yang sudah menjadi korbannya. “Tapi baru satu yang mendapatkan uang,” katanya.

Tindakan itu, kata Andreansyah, atas inisiatifnya sendiri. BUD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here