Home Palembang Inventarisir Potensi Pajak Tambang Pasir

Inventarisir Potensi Pajak Tambang Pasir

0
Kepala BPBD Kota Palembang, Sulaiman Amin,

PALEMBANG, PE – Guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPBD) Kota Palembang akan menyisir pajak baru, salah satunya pajak tambang pasir yang sangat berpotensi. Hal ini ditegaskan Kepala BPBD Kota Palembang, Sulaiman Amin, Selasa (12/1).

Menurut dia, pihaknya saat ini tengah menginventarisir tambang pasir yang berada di perairan kawasan Gandus. “Dulu sebetulnya ada dikenakan pajak tambang pasir, tapi belum maksimal. Nah, tahun ini kita akan maksimalkan kembali untuk tambang pasir, karena potenainya cukup tinggi. Saat ini sedang kita lakukan inventarisir,” ujarnya.

Termasuk lanjutnya, pajak galian C yang targetnya Rp750 juta realisasinya Rp1,1 Milyar. “Artinya mampu melampaui target, padahal belum semuanya tersisir untuk pajak galian C. Ke depan akan kita optomalkan lagi,” katanya.

Berdasarkan data dari 11 jenis penerimaan pajak seperti Hotel target Rp45 Milyar realisasi mencapai Rp37,32 Milyar atau sekitar 82,93 %, kemudian pajak Restoran target Rp115 Milyar tercapai Rp99, 23 Milyar atau 86,29 %, pajak Hiburan target Rp48 Milyar terealisasi Rp12, 16 Milyar atau 25,39%. “Pajak hotel memang tidak tercapai, karena kondisi pandemi Covid-19, okupansi hotel jauh menurun,” katanya.

Sedangkan pajak Reklame dari target Rp30 Milyar tercapai Rp18, 30 Milyar atau 61,03 %, kemudian pajak PPJ Non PLN melampaui target yakni dari Rp5 Milyar terealisasi sebesar Rp5, 4 Milyar atau sekitar 108,3 %. Kemudian, PPJ PLN dari target Rp190 Milyar realisasinya Rp162, 44 Milyar atau 85,49%, pajak Parkir target Rp24 Milyar realisasi Rp17, 24 Milyar atau 71,87 %, untuk Air Tanah target Rp75 juta terealisasi Rp28, 81 Juta atau 38,42%,

Pajak Sarang Burung Walet target Rp75 juta realisasi Rp60, 70 juta atau 80,93%, pajak Mineral Non Logam&Batuan dari target Rp750 Juta terealisasi Rp1, 17 Triliun atau 156,20%.

Untuk PBB lanjut Sulaiman, cukup fantastis, dari target Rp250 Milyar realisasi Rp299, 62 Milyar atau 91,85% dan pajak BPHTB target Rp482, 1 Milyar realisasi Rp205, 25 Milyar atau 42,58%. “Angka penerimaan pajak BPHTB juga cukup tinggi, karena kalau dibandingkan tahun lalu capaiannya hanya Rp100 Milyar, sedangkan tahun ini di masa pandemi Covid-19 capaiannya dua kali lipat,” bebernya.

Untuk itu kata Sulaiman, ke depan pihaknya terus mengoptimalkan jenis penerimaan pajak yang belum tercapai target dengan menyisir potensi pajak baru. “Minimal untuk mengcover penerimaan pajak yang belum tercapai,” tukasnya. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here