Home Sumsel Banyuasin Jual Sabu Demi Beli Susu Anak

Jual Sabu Demi Beli Susu Anak

0
Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIK menanyai salah satu pelaku pengedar sabu, yang merupakan ibu rumah tangga, saat konferensi pers di Halaman Mapolres Banyuasin, Jumat (15/1/2021).

BANYUASIN, PE — AKBP Imam Tarmudi SIK, yang baru lima hari menjabat sebagai Kapolres Banyuasin, membuktikan komitmen memerangi peredaran narkoba di wilayah Banyuasin.

Itu ditegaskan mantan Kapolres Ogan Ilir ini saat konferensi pers di Halaman Mapolres Banyuasin, Jumat (15/1/2021) pukul 09.30.

Dijelaskan Imam, jajaran Satnarkoba Polres Banyuasin dan Polsek berhasil mengamankan tujuh orang. Mereka terdiri dari 3 perempuan yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) dan 4 laki-laki, dengan barang bukti sabu sebanyak 30,02 gram.

Kapolres mengatakan, pengungkapan perkara tersebut didapat dari kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin, di antaranya Kecamatan Talang Kelapa, Kecamatan Tanjung Lago, dan Kecamatan Banyuasin II.

“Ini komitmen Polres Banyuasin dalam pemberantasan narkotika di wilayah hukum Polres Banyuasin. Terbukti dengan kontribusi dari beberapa Polsek yang berhasil mengungkap kasus narkotika,” terangnya.

Imam menambahkan, Polres Banyuansin akan terus melakukan upaya penegakkan hukum bila mana ada masyarakat yang menyalahgunakan narkotika.

“Kami berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah Banyuasin,” tegasnya.

Sementara Kasat Narkoba Polres Banyuasin, AKP Widi Andika Darma mengatakan, dari 7 tersangka tersebut terbagi dari tiga kecamatan yakni, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin II, dan Kecamatan Tanjung Lago.

“Modus bandar narkoba semakin pintar. Mereka menggunakan media perempuan untuk melaksanakan aksi tersebut. Namun demikian, itu tidak jadi penghalang buat kami. Jika bersalah dan terbukti, maka pasti akan kami tindaklanjuti,” tegas Widi.

Ia melanjutkan, pelaku nekat menjual narkoba untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mudah-mudahan ke depannya kami bisa terus memberantas narkoba di wilayah Polres Banyuasin,” harapnya.

Mariam, salah satu pelaku, mengaku terpaksa menggeluti bisnis narkoba karena suaminya tengah sakit dan membutuhkan biaya berobat, selain untuk kebutuhan hidup rumah tangganya.

IRT lainnya berdalih menjual barang haram untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti beli susu anak dan biaya hidup sehari- hari. BUD

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here