Home Sumsel Lahat Kompensasi Belum Dibayar, Emak-emak Tutup Stockpile Empat Perusahaan

Kompensasi Belum Dibayar, Emak-emak Tutup Stockpile Empat Perusahaan

0
Puluhan emak-emak, melakukan aksi demo di depan Stockpile Rapen, menuntut kompensasi yang belum dibayar, Sabtu (23/1/2021). Foto : BERNAT/PALPRES

LAHAT, PE – Lagi, puluhan emak-emak yang terdiri dari dua Kecamatan Merapi Area menutup jalan keluar masuk stockpile batubara yang berada di Rapen, Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur.

Pasalnya, kompensasi yang dijanjikan empat perusahaan batubara kepala emak-emak terhadap dampak dari debu batubara yang dibawa menggunakan kendaraan melintasi jalan raya, belum kunjung dibayarkan.

Camat Merapi Timur Miharta SE Msi mengatakan, Selasa (19/1/2021), sekitar pukul 10.00 WIB, perwakilan emak-enak yang diketuai Ibu Misra Herianti melakukan mediasi di Kantor Koramil 405-02/Merapi dengan unsur tripika Kecamatan.

“Sekitar pukul 12.30 Wib perwakilan emak-emak didampingi Tripika menuju ke PT LDP, BMS, MME dan Bomba di stockpile Rapen. Alhasil, keempatnya akan membuat uang kompensasi debu batubara pada Jumat (22/1/2021),” ungkapnya, Sabtu (23/1/2021).

Namun, sambung dia, setelah ditunggu sampai Jumat, pihak perusahaan belum ada yang menemui emak-emak Kecamatan Merapi Area untuk membayar uang kompensasi dampak debu batubara, perusahaan tambang hauling dijalan raya.

“Sekitar pukul 17.00 WIB (Jumat) sore kemarin, emak-emak kembali mendatangi Stockpile Rapen untuk melakukan penutupan pintu masuk keluar perusahaan tambang, dengan tali rafia dan bertahan menutup sampai ada pembayaran,” jelas Misra.

Namun sampai larut malam, puluhan emak-emak sendiri belum kunjung membubarkan diri sampai larut malam. Bahkan Kapolsek Merapi AKP Samsuardi menemui dan mengimbau emak emak untuk membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing, bila tidak pihak Polres Lahat akan datang dan membubarkan secara paksa aksi emak-emak tersebut.

Sekitar pukul 21.40 WIB malam. Kapolres bersama rombongan turun langsung ke lokasi untuk berusaha mendamaikan kasi emak-emak. Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK mengaku, aksi emak-emak ini terpaksa pihaknya bubarkan dikarenakan menganggu aktifitas jalan umum atau jalan raya.

“Yang jelas, apabila sudah menganggu aktifitas dan ketertiban jalan umum atau jalan raya, maka wajib untuk dibubarkan. Selain itu, aksi tersebut tidak mengantongi izin,” ulas. Dijelaskannya, aksi demo yang dilakukan oleh emak-emak yang tergabung dalam tujuh desa dari Gunung Kembang sampai dengan Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

“Aksi yang dilakukan oleh ibu-ibu ini, dimulai sejak pukul 16.00 sampai dengan 22.00 WIB. Massa diperkirakan sekitar mencapai 50 orang. Dan aksi ini murni dari para kaum hawa,” cetusnya. Aksi seperti ini, masih kata Achmad, tidak harus ibu-ibu turun ke jalan dan berujung mengganggu arus lalu lintas. Cukup persoalan yang ada, disampaikan melalui Perangkat Desa dan pihak Kecamatan.

“Kita minta aksi seperti ini, tidak harus emak-emak turun ke jalan, sehingga dapat menganggu arus lalu lintas. Apalagi aksi tersebut sampai melumpuhkan kendaraan yang lainnya melintas dijalan,” pesannya. Terakhir, disarankan dan sebagai masukan, alangkah baiknya aksi seperti dilakukan emak-emak ini, dapat diselesaikan dengan cara baik-baik saja, dan tidak harus turun kejalan yang berujung dapat menganggu arus lalu lintas bagi kendaraan lainnya.

“Silakan gunakan perangkat desa yang ada. Tidak harus turun ke jalan seperti saat ini, hingga mengganggu arus lalu lintas,” pungkas Achmad seraya menambahkan, apabila ibu-ibu dalam aksi ini tetap ngotot maka akan diambil tindakan tegas. Untuk malam ini, anggota dari Koramil Merapi dan Polsek Merapi akan terus memantau dilapangan. BRN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here