Home Kriminal Lakukan Penipuan, PT NSCB Laporkan Konsumennya ke Polisi

Lakukan Penipuan, PT NSCB Laporkan Konsumennya ke Polisi

0

PALEMBANG, PE – Diduga melakukan penipuan yang mengakibatkan PT Nusa Sarana Citra Bakti (NSCB) main Diler Suzuki, yang bergerak di bidang penjualan kendaraan mobil, yang mengakibatkan korban mengalami kerugian sebesar Rp 60.750.000.

Hasan Wijaya dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang oleh PT NSCB melalui karyawannya Iskandar Zulkarnain (53) pada Rabu (13/1).

Menurut warga Jalan Lukman Idris lorong Penukal, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami Palembang ini terlapor Hasan Wijaya telah melakukan Penipuan terhadap korban dalam hal ini PT NSCB.

Peristiwa kejadian diketahui terjadi pada 4 Mei 2020 lalu, di Bank BRI jalan Kapten A Rivai, Kecamatan IT I Palembang. Bermula ketika terlapor hendak membeli mobil Suzuki New Carry WD (Pick Up) di PT NSCB melalui Via Whatsapp, pada 19 Maret 2020 lalu, dengan harga Rp 121.500.000.

Kemudian pada 24 Maret 2020, terlapor panjar pembelian mobil tersebut sebesar Rp 20 juta. Dilanjutkan pada 31 Maret 2020, terlapor menyetor DP sebesar 40.750.000.

“Kekurangan biayanya itu sebesar Rp 60.750.000, Hingga sekarang belum dibayar oleh terlapor. Jadi saya di berikan kuasa dari PT NSCB, untuk membuat laporan kepolisian atas tindak pidana Penipuan,” ujarnya, Sabtu (16/1).

Kekurangan biaya tersebut, lanjut Iskandar, di ikat dalam surat perjanjian yang tertera sisa pelunasan yang akan di bayar sebelum jatuh tempo 1 Mei 2020 lalu.

“Karena sudah yakin, pada 1 April 2020, pihak PT menyerahkan unit kendaraan kepada terlapor, dan pada saat itu juga terlapor mengklaim telah mengirimkan ke rekening BRI sisa pelunasan pembayaran sebesar Rp 60.750.000,” bebernya.

Akan tetapi, usai berakhirnya tanggal jatuh tempo, tiga hari berselang tepatnya 4 Mei 2020, ketika dilakukan pengecekan di rekening, ternyata tidak ada dana pembayaran pelunasan.

“Pihak Suzuki juga saat itu melakukan penagihan dan mengirimkan Reminder (Surat Tagihan) sebanyak tiga kali. Baru pada 24 Oktober 2020, terlapor mengirimkan surat balasan terhadap surat tagihan yang telah kami dikirim, isinya akan melunasi pokok hutang paling lambat 9 November 2020,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah melakukan somasi sebanyak tiga kali, tapi juga tidak terlapor bayar hutangnya. Hingga sampai hari ini juga cek dijalankan, tapi saldonya tidak cukup.

“Jadi kami putuskan untuk membuat laporan polisi, berharap terlapor segera ditangkap, dan mempertanggung jawabkan perbuatannya,” harapnya

Sementara itu, pihak SPKT Polrestabes Palembang, telah menerima laporan korban dengan tindak pidana Penipuan. Laporannya saat ini tengah dalam penyelidikan unit Reskrim Polrestabes Palembang. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here