Home Sumsel Muara Rupit Mediasi Sopir-Kernet dan PT SRMD Diwarnai Debat Panas

Mediasi Sopir-Kernet dan PT SRMD Diwarnai Debat Panas

0
Proses mediasi Sopir dan Kernet dengan PT SRMD yang diwarnai perdebatan panas

MURATARA,PE- Mediasi antara sopir dan kernet mobil tangki subkontrak PT Saleraya Merangin Dua (SRMD) yang merasa telah diberhentikan sepihak dengan perusahaan, belum mencapai kesempatan. Bahkan, jalannya mediasi sempat diwarnai debat panas antara kedua pihak.

Diketahui, jalannya mediasi di ruang rapat Kantor Kecamatan Rawas Ilir, juga dihadiri seperti PT. SRMD, dua perusahaan subkotrak PT.SRMD, Disnakertrans Muratara serta aparat Polres Muratara. Dalam mediasi itu sempat terjadi debat panas antara kedua pihak, yang saling mengemukakan argumennya masing-masing. Namun sebelum debat panas berlangsung jauh, kedua pihak dapat diredam oleh pihak-pihak terkait.

Menurut Dian Candra dan Junet selaku koordinator mewakili puluhan pekerja yang berhentikan, mediasi hari ini tidak menemukan hasil apapun dan permasalahan mereka malah diarahkan ke Disnakertrans Muratara di tingkat Kabupaten.

“Kami hanya minta keadilan, yakni dapat dipekerjakan kembali dimana sebelumnya kami bekerja. Kalau diarahkan ke sengketa atau mengajukan perkara, kami ini orang miskin. Dulu pernah sampai ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), namun keadilan tak kami dapatkan, justru dianggap kasusnya kabur. Padahal sudah ada aturan Menteri, Undang-undang, keputusan MK, ,’’ tegasnya.

Menurutnya, ketika masyarakat kecil melanggar Keputusan Menteri seperti menutup akses jalan desa meraka sendiri untuk dalam aksi itu, mereka disalahkan dengan alasan bermacam-macam. Padahal sesuai aturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2014, bahwa klasifikasi jalan desa itu tidak untuk perusahaan, belum lagi yang lain-lain dan permasalahan perusahan itu sejak 2018.

Sementara Ansori, Kepala Lapangan PT. SRMD mengungkapkan, bahwa dari awal pihaknya mengatakan bahwa tuntutan para sopir dan kernet adalah ranah PT.PWS dan PT. SBP selaku subkontrak PT SRMD. Dalam hal itu, menurut Ansori, kontrak PT SRMD dengan perusahan subkontrak itu terkait pengangkutan minyak.

“Jadi terkait roteng dan tenaga kerjanja itu bukan pihak kami tidak mau tahu, namun semua itu ranahnya PT SBP dan PT PWS untuk menyelesaikan. Terkait adanya keinginan dari pekerja untuk langsung berkerja dengan PT SRMD, saya kira tidak bisa. Karena kontrak kita itu legal diketahui negara, dengan masa berakhirnya juga pada akhir tahun. Dimana proses itu sudah selesai dan pemenangnya itu PT.PWS,’’ sampainya.

Terpisah Feri, Kabid HI Disnakertrans Muratara usai rapat mediasi menyampaikan, terkait permasalahan hubungan kerja antara pekerja dan subkotrak PT SRMD yakni PT.PWS, diarahkan ke pihaknya.

“Dalam hal itu sesuai aturan Permenakertrans Nomor 29 tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan pekerja kepada perusahaan lain, pihak PT.SRMD selaku pemilik kerja, masih ada kekurangan beberapa hal yang belum disampaikan kepada kami. Sebaliknya pihak penerima kerja yakni subkontraktornya PT.PWS, sudah ada menyampaikan kepada kami. Seperti aturan wajib lapor, tentang jumlah tenaga kerja, tentang perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan tenaga kerja telah dilakukan. Permasalah ini akan kita selesaikan dengan sistem kewenangan yang ada dinas kami,” sampainya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here