Home Opini Menyembah Allah dan Memurnikan Ibadah Hanya kepada-Nya

Menyembah Allah dan Memurnikan Ibadah Hanya kepada-Nya

0
Penulis : H Albar Sentosa Subari SH SU, Ketua Pembina Adat Sumatera Selatan.

Mengabdi kepada Allah subhanahu wa taala adalah satu satunya sebab diciptakan para makhluk dan seluruh alam, sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala yang artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Ku (QS adz-Dzariyat :56).

Ibadah adalah istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah subhanahu wa taala, baik berupa ucapan maupun perbuatan, yang bersifat lahir ataupun bathin. Tidak ada satu nabipun yang diutus oleh Allah subhanahu wa taala melainkan untuk menyeru kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah ta’ala.

Ibadah kepada Allah subhanahu wa taala tidak sah dan tidak akan diterima apabila di dalamnya terdapat unsur syirik, hati yang tidak tunduk, patuh, pasrah serta memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya dalam menjalankan agama. Allah subhanahu wa taala berfirman yang artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (QS. An Nisa ‘ : 36).

Ini makna sesungguhnya dari lafal : La Ilaaha illallah (tidak ada Tuhan yang layak disembah dan diibadahi melainkan hanya Allah subhanahu wa taala ).

Atau dengan kata lain lafal itu bermakna perintah untuk menyembah Allah tanpa menyekutukan Nya dengan apapun. Apabila seorang hamba menyembah selain Allah, maka sesungguhnya ia telah menyembah tuhan yang palsu (bathil).

Allah subhanahu wa taala berfirman yang artinya : “Kuasa Allah yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS. al-Hajj: 62). Wallahu a’lam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here