Home Headline News Paus Terdampar di Tepi Sungai Kong OKI, Berikut Komentar BKSDA Sumsel

Paus Terdampar di Tepi Sungai Kong OKI, Berikut Komentar BKSDA Sumsel

0
Sejumlah warga, nelayan, pegawai Dinas Perikanan dan aparat kepolisian berupaya mengevakuasi Paus yang terdampar di pinggir Sungai Kong, OKI agar dapat kembali ke laut lepas.

KAYUAGUNG, PE – Keberadaan Paus yang terdampar di Sungai Kong, Desa Sungai Pedada, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi viral. Mamalia terbesar di dunia ini diduga terjebak lumpur saat air pasang pada Ahad (24/1) hingga Senin (25/1).

Nelayan dan Dinas Perikanan OKI tengah berusaha menyelamatkan hewan tersebut agar bisa kembali ke laut lepas dengan menggunakan perahu dan 2 unit speedboat.

Kepala Seksi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aziz Abdul Latif membenarkan adanya Paus yang terdampar tepatnya di perairan Sungai Kong, OKI, pada Ahad (24/1) kemarin.

“Untuk jenis Pausnya masih akan diidentifikasi, namun saat ini Paus yang terdampar sedang dalam proses evakuasi oleh warga setempat,” ungkap Aziz melalui sambungan telepon, Senin (25/1).

Dikatakan Aziz penyebab terdamparnya mamalia raksasa ini bisa karena beberapa hal. “Itu terdamparnya di pantai sudah masuk di Selat Bangka dan itu berlumpur. Penyebabnya bisa saja karena badai menyusul cuaca saat ini kan sedang tidak bagus, bisa juga karena dikejar pemangsa, seperti hiu, dia (paus) kan lari juga. Dan kemudian pasang, paus masuk ke lumpur, ke perairan dangkal, saat pagi kan surut, dia susah untuk kembali ke laut,” terang Aziz.

Meski terdampar cukup lama, namun kondisi paus saat ini masih dalam keadaan hidup. “Ini bisa bertahan hidup, paus ini kan mamalia laut, bernafas dengan paru-paru. Mudah-mudahan bisa bertahan sampai proses evakuasi selesai dan dikembalikan ke laut,” kata dia.

Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan upaya evakuasi terhadap paus tersebut. “Karena lokasinya cukup jauh dari Palembang kurang lebih 8 jam,” ucapnya.

Pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada warga setempat untuk tidak menaiki badan paus. “Ya kita lihat di videonya itu ada yang menunggangi (badan paus), mungkin karena ketidaktahuan masyarakat. Tapi kita sudah sampaikan imbauan bahwa paus itu adalah satwa yang dilindungi dan menjadi tanggungjawab bersama untuk diperlakukan dengan baik,” sambung Aziz.

Diakuinya, ini merupakan kejadian pertama terdamparnya paus di kawasan tersebut. “Sebelumnya belum pernah ada, mungkin ini paus yang lewat di teluk Bangka,” tandasnya. BET

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here