Home Pilihan Redaksi Pembangunannya Sempat Mangkrak, Begini Penampakan Jembatan Ogan IV Usai Diresmikan Gubernur Herman...

Pembangunannya Sempat Mangkrak, Begini Penampakan Jembatan Ogan IV Usai Diresmikan Gubernur Herman Deru

0
Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati OKU Drs Kuryana Aziz, Forkopimda OKU dan pejabat penting meninjau Jembatan Ogan IV, Lubuk Batang, OKU yang barusaja diresmikan penggunaannya.

 BATURAJA, PE – Komitmen Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru untuk menyelesaikan sejumlah proyek fisik yang tak kunjung rampung atau mangkrak  di Sumsel patut diapresiasi. Pada awal 2021 ini sejumlah proyek infrastruktur di Sumsel diresmikan termasuk salah satunya Jembatan Ogan IV di Kecamatan Lubuk Batang, Ogan Komering Ulu (OKU) yang sempat terhenti pengerjaannya sejak 2007 lalu. Akhirnya rampung diselesaikan dan diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Herman Deru, Selasa (19/1).

Di mana jembatan yang telah mangkrak pembangunan sekitar 14 tahun silam tersebut diselesaikan dengan menggunakan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Provinsi Sumsel Tahun 2019 dan 2020 di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY).

“Jembatan ini dibangun 2007 dan sempat terhenti pembangunannya. Sengaja kita selesaikan karena ini kebutuhan masyarakat,” kata Herman Deru, di sela peresmian jembatan penghubung wilayah Batumarta dengan Kecamatan Lubuk Batang tersebut.

Adapun peresmian jembatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sebagai tanda secara resmi penggunaan oleh warga setempat. Usai penekanan tombol sirine dilanjutkan dengan peninjauan oleh Gubernur Herman Deru, Bupati OKU Drs Kuryana Azis, Forkopimda OKU dan pejabat penting lainnya.

Dalam arahannya saat meresmikan jembatan ini Herman Deru menyebut, keberadaan jembatan Ogan IV OKU diyakini  dapat mempercepat layanan dan mobilitas ekonomi masyarakat. Termasuk mendekatkan suatu wilayah dengan daerah sekitarnya di samping menggerakkan perekonomian di wilayah sekitar.

“Keberadaan jembatan ini kita yakini akan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai petani. Artinya, akses untuk pendistribusian hasil bumi itu akan semakin mudah dan cepat,” tuturnya.

Lebih lanjut Herman Deru menegaskan, keberadaan infrastruktur yang baik merupakan suatu tuntutan yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Bukan saja bagi Kabupaten baru atau hasil pemekaran melainkan juga bagi kabupaten tua seperti Kabupaten OKU.

“Pembangunan yang kita lakukan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah. Pembangunan harus merata meski adil itu tidak harus sama. Namun harus dilakukan secara proporsional,” tegasnya.

Herman Deru memaparkan peresmian jembatan Ogan IV OKU kali ini merupakan implementasi dari rampungnya infrastruktur di OKU yang pembangunannya didanai oleh Pemprov Sumsel melalui APBD Provinsi Tahun Anggaran (TA) 2019 dan 2020 diselesaikan.

Khusus di Kabupaten OKU ada 41 kegiatan yang telah rampung dikerjakan.  Dengan total nilai APBD Provinsi Sumsel TA 2019 yang dikucurkan berjumlah Rp133.935.765.529 dan APBD Provinsi TA 2020 berjumlah Rp105.062.948.899,73.

“Namun pembangunan juga tidak harus dengan menggunakan APBD atau APBN, namun juga bisa dengan menggunakan dana lainnya seperti CSR perusahaan di Sumsel ini,” terangnya.

Sebab itu, sejak awal kepemimpinannya, Herman Deru kerap membagi sebagian APBD Provinsi untuk pembangunan di 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

“Pembangunan ini harus merata dan adil di Sumsel. Tapi adil juga tak harus sama, APBD yang kita berikan untuk kue pembangunan diatur secara proporsional,” ucapnya.

Dalam membangun lanjut dia, tidak semata-mata harus diukur dengan materi. Namun yang lebih penting adalah modal kebersamaan dan komitmen bersama.

“Dalam membangun itu modal yang paling penting adalah kebersamaan. Sinegitas antara Eksekutif dan Legislatif dan peran masyarakat itu sangat penting,” cetusnya.

Selain itu, kekompakan juga menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Semua pihak dituntut untuk berperan dalam pembangunan di Sumsel ini, termasuk juga peran masyarakat.

“Kekompakan itu menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Baik kekompakan antara pemprov dan pemkab atau pemkot, maupun dengan pemerintah pusat. Begitupun kompak dengan masyarakat. Persamaan persepsi harus ada untuk keberhasilan pembangunan ini,” jelasnya.

Apalagi di tengah pandemi saat ini. Pembangunan di Sumsel diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi.

“Percepatan pemulihan ekonomi harus terus dilakukan. Saat ini pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi priotitas sudah selesai 94 persen dan 6 persennya pemeliharaan. Saya harapkan ini dipelihara dengan baik sehingga manfaatnya dapat terus kita rasakan,” tukasnya.

Sementara itu Bupati OKU Kuryana Azis mengatakan, telah banyak dana yang dikucurkan Pemprov Sumsel untuk pembangunan di Kabupaten OKU baik yang bersumber dari APBD murni maupun Bantuan Gubernur (Bangub).

“Program pembangunan infrastruktur sudah berjalan dengan baik. Mencakup juga kegiatan pembangunan dasar sudah dilakukan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan pak Gubernur ini dapat meningkatkan mobilitas ekonomi masyarakat Kabupaten OKU,” katanya.

Untuk diketahui, selain meresmikan jembatan Ogan IV, Gubernur Sumsel H Herman Deru juga menyelesaikan dan meresmikan penggunaan jembatan Tanjung Kemala di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU Timur. Peresmian itu juga ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemecahan kendi serta berdo’a sebagai wujud syukur selesainya pembangunan jembatan tersebut. RIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here