Home Opini PENERAPAN PANCASILA PERTAMA YAITU “KETUHANAN YANG MAHA ESA”

PENERAPAN PANCASILA PERTAMA YAITU “KETUHANAN YANG MAHA ESA”

0

alianurazizah18042020@gmail.com dan mizardewi@gmail.com

Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Makna sila ke satu itu ketuhanan yang Maha Esa, yang berarti kita sebagai warga Indonesia harus percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengembangkan sikap menghormati dan kerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Makna sila ke satu menurut saya, Ketuhanan Yang Maha Esa meski secara sekilas lebih dekat dengan Islam tapi sebenarnya itu merupakan jaminan bahwa kaum muslimin mendapatkan haknya karena kata-kata Ketuhanan itu semacam jaminan lah bahwa Negara ini meski tidak secara formal Islam tetapi itu menggambarkan bahwa Negara ini berbasis pada tauhid, jadi seperti itu,” ujar Bpk Edo.

Selanjutnya dalam wawancara ini saya juga mewawancarai salah satu mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang, dengan nama Ellisa Permadani. Dia berpendapat bahwa menurut saya penerapan sila ke satu di kehidupan sehari hari yaitu memiliki satu agama dan melaksanakan perintah dan larangan dan peribadatan yang di anjurkan dalam agama Islam, ujarnya.

Disini dapat disimpulkan bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila, Pancasila juga dijadikan norma dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan juga menjadi hukum di Negara Indonesia.
Di sila ke satu kita sebagai warga Indonesia atau umat muslim harus percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa, dan juga saling menghormati atas pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Dan juga kita sebagai Masyarakat menjalankan perintah agama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menjadikan agama sebagai basis untuk membangun persatuan dan kedamaian, menghargai perbedaan secara demokratis, dan berupaya mensejahterakan kehidupan sesama. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here