Home Sejarah Suku Kubu Diperbatasan Sumatera Selatan (Bagian Kedua)

Suku Kubu Diperbatasan Sumatera Selatan (Bagian Kedua)

0
Keluarga Suku Kubu di depan rumahnya di daerah Sumatera Selatan tahun 1937.(Sumber foto Tropen Museum, Belanda)
Dudy Oskandar.

Oleh Dudy Oskandar (Jurnalis dan Peminat Sejarah Sumatera Selatan)

ADA lagi segolongan orang yang umumnya disebut orang Kubu. Mereka berkediaman disebelah hulu Dusun Sako Suban dalam Kabupaten Musi Banyuasin, jaraknya sekitar 35 km. melampaui perbatasan Jambi.

Akan tetapi menurut penyelidikan, orang Kubu Sako Suban ini bukanlah keturunan orang-orang pertahanan. Mereka adalah penduduk asli daerah itu yang meliar ke dalam hutan.

Selayaknya mereka hanya disebut “orang liar” dan tidak disebut orang Kubu. Mereka ini berkediaman di Sungai Sawo, anak Sungai Badak yang berinduk ke Sungai Lalan. Umumnya penduduk Dusun Sako Suban (Marga Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin ), adalah orang datangan dari berbagai dusun dalam daerah Palembang, kemudian bermukim disana dan orang Kubu dalam hal ini terdesak keadaannya.

Disamping itu ketika seorang bernama Daim memegang jabatan sebagai Kerio didusun tersebut yakni kurang lebih 40 tahun yang silam, acapkali mereka ini dipertakuti dengan berbagai ancaman dan diperberat dengan berbagai pajak, sehingga menyebabkan mereka menyisihkan diri kedalam hutan.

Mereka pada mulanya memang belum mengenal sinar kemajuan dan dengan adanya sikap menyingkirkan diri dari masyarakat ramai, menyebabkan mereka kembali kepada alam “boschmensen”, (orang hutan). Walaupun mereka ini bukanlah keturunan asli orang Kubu, tetapi cara hidup dan segala gerak-gerik dan tindaknya, kelakuan dan kebiasaannya, telah menyerupai benar orang Kubu asli.

Hal ini menurut pendapat beberapa orang, timbulnya oleh karena persamaan alam yang mereka tempuh dan diami dan kalaupun ada perbedaan maka perbedaan itu adalah sangat kecil sekali, umpama dalam logat kata dan penghidupan. Karena yang telah berladang pun masih ada pula yang mengembara (nomaden-leven).

Dari lain sumber didapat pula keterangan, bahwa diantara orang Kubu itu berasal dari Bengkulu yang telah turun-temurun dalam tujuh turunan.
Sepanjang sumber itu, mereka berasal dari keturunan Rajo Mudo di Bengkulu. Tatkala kompeni Belanda dapat menaklukkan Palembang, mereka dapat mempergunakan serdadu Palembang yang berpihak pada Belanda untuk menyerang daerah yang belum takluk.

Pada waktu itulah Rajo Mudo dengan pasukannya bergerak dari daerah Bengkulu ke Palembang, guna menghantam serdadu penghianat dari kompeni Belanda itu. Akan tetapi malang, bahwa Rajo Mudo dapat dikalahkan oleh Belanda, dan beliau dengan beberapa pengikutnya ditawan dan setelah lama menjalani hukuman diharuskan membayar upeti dan kerja paksa.

Pembayaran upeti dan kerja paksa menyebabkan Rajo Mudo mengadakan pemberontakan lagi, sehingga oleh Belanda mereka diserbu sampai terdesak mundur kedalam hutan. Didalam hutan pihak Rajo Mudo masih terus melakukan perlawanan dengan membuat kubu (benteng). Akhirnya pasukan atau pengikut Rajo Mudo banyak yang mati, maka diputuskanlah bahwa mereka berpecah dua untuk mengelabui mata Belanda.

Sebagian ke daerah Jambi dan sebagian kedaerah Palembang (Rawas). Sampai ketika mereka berpisah dua, hanya tinggal lagi mempunyai senjata kujur (tombak) yang gagangnya panjang.
Dengan senjata itulah mereka berkubu dari hutan ke hutan. Oleh sebab itu sudah menjadi sumpahnya, bahwa mereka harus mengadakan perlawanan terhadap Belanda dan penghianat perjuangan yang telah membantu musuh sehingga mereka terdesak kedalam hutan. ***

Sumber :
1. Republik Indonesia, Propinsi Sumatera Selatan, Kementrian Penerangan , Siliwangi-Jakarta, Agustus 1954
2. Wikipedia
3. https://www.wikiwand.com/id/Suku_Kubu

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here