Home Sejarah Suku Kubu Diperbatasan Sumatera Selatan (Bagian Pertama)

Suku Kubu Diperbatasan Sumatera Selatan (Bagian Pertama)

0
Sekelompok orang Kubu pada tahun 1930-an. (Sumber poto Tropen Museum, Belanda)

 

Dudy Oskandar.

Oleh Dudy Oskandar
(Jurnalis dan Peminat Sejarah Sumatera Selatan)

SUKU Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba atau Orang Ulu, adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra. Suku ini masih dikategorikan sebagai “masyarakat terasing” yang berdiam di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan.

Ciri-ciri fisik Suku Anak Dalam hampir sama dengan ciri-ciri fisik orang Indonesia lainnya. Tinggi badan mereka 155–170 cm, dengan kepala lonjong, mata hitam dan agak sipit, serta muka bujur telur. Mata pencahariannya meramu hasil hutan dan berburu. Senjata yang digunakan antara lain lembing kayu, tombak bermata besi, dan parang, walaupun banyak yang dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.

Benarkah perkataan “Kubu” mengandung arti penghinaan? Benarkah orang-orang ”Kubu” rendah martabatnua dan liar pembawaannya? Marilah kita selidiki jalan sejarahnya. Teristimewa mengenai Suku Kubu yang berada didaerah Sumatera Selatan.
Tidaklah benar pendapat orang yang mengatakan bahwa perkataan Kubu mengandung artian penghinaan. Ternyata dari sejarahnya, bahwa perkataan “Kubu” mengandung arti yang luhur dan mengingatkan kita kepada patriot-patriot tanah air seperti Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, Singamaraja, dan sebagainya.

Kubu artinya pertahanan. Orang-orang Kubu, ialah orang pertahanan. Lebih tegas lagi, bahwa Kubu berarti benteng pertahanan diwaktu ada peperangan.

Dibeberapa tempat dalam daerah Palembang, masih terdapat beberapa golongan bangsa Indonesia yang tinggal dan hidupnya agak menyendiri jauh ke dalam hutan-rimba, yang diantaranya lazim disebut orang Kubu.

Meskipun begitu sepanjang pengetahuan sejarah yang kita ketahui, bahwa golongan yang biasa disebut orang Kubu, ialah orang Kubu yang mendiami sepanjang Sungai Lalan dalam Kabupaten Musi Banyuasin dan yang menghuni sekitar daerah Rawas dalam Kabupaten Musi Rawas.

Selainnya, hanya dianggap orang liar atau meliar. Orang Kubu yang mendiami dua daerah diatas, menurut asalnya adalah dari pada keturunan Pahlawan Palembang.

Mereka terdiri dari beberapa tingkatan. Golongan pertama berasal dari keturunan prajurit dan perwira Kerajaan Palembang yang meneruskan perjuangan dalam bentuk perang gerilya di hutan melawan serdadu Belanda yang sudah berhasil menduduki Kota Palembang di zaman Susuhunan (dalam logat Palembang, Sunan) Palembang.

Golongan kedua timbulnya dari keturunan para prajurit dan perwira tersebut. Yang juga meneruskan perjuangan melawan serdadu Belanda bersama serdadu Ambonnya yang hendak menaklukkan Daerah Rawas. Peperangan daerah Rawas ini umum disebut Perang Rawas atau Perang Kelambit.

Kelambit adalah nama seorang pemimpinnya yang terulung. Bukti-bukti sejarah berkenaan dengan peperangan ini masih terdapat.

Umumnya tulisan cerita dikulit-kulit kayu, atau yang umum disebut: babat, melukiskan perjuangan orang kubu (orang penjaga kubu pertahanan) disekitar Sungai Lalan.

Demikian juga masih didapati orang sampai kini bekas lubang pertahanan (perkubuan) didaerah Rawas.

Mayoritas Suku Kubu menganut kepercayaan animisme, tetapi ada juga beberapa puluh keluarga Suku Kubu yang pindah ke Agama Kristen atau Islam.

Untuk Suku Kubu yang tinggal menetap di daerah Sumatra Selatan terutama daerah Rawas Rupit dan Musi Lakitan, di sana banyak terdapat Suku Kubu yang menggantungkan hidup di persawitan, bahkan ada di antara yang memanfaatkan lahan sawit perusahaan untuk mereka curi dan mereka jual ke lapak lapak setempat.

Mereka seperti itu karena memegang prinsip dasar apa yang tumbuh di alam adalah milik mereka bersama. Namun, banyak juga orang Kubu di daerah Musi dan Rawas yang menerima modernisasi, termasuk penggunaan kendaraan bermotor dan senjata api rakitan (kecepek). Pakaian dan fisik mereka yang agak sedikit kumal biasanya menjadi stereotype, yang membuat orang-orang sekitar bisa membedakan Suku Kubu dan masyarakat sekitar. ***

Sumber :

1. Republik Indonesia, Propinsi Sumatera Selatan, Kementrian Penerangan , Siliwangi-Jakarta, Agustus 1954
2. Wikipedia
3. https://www.wikiwand.com/id/Suku_Kubu

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here