Home Kriminal Tersangka Bacok Adiknya Karena Takut Dipukul

Tersangka Bacok Adiknya Karena Takut Dipukul

0
Kedua pelaku penganiaya Ardeni hingga tewas dengan kondisi bersimbah darah dan leher nyaris putus, dalam press release ungkap kasus di Polres Muratara.

MURATARA,PE- Terbunuhnya Ardeni (50) dengan kondisi bersimbah darah dan leher nyaris putus, ternyata ulah kakaknya sendiri, Harun Sohar. Menurut tersangka Harun, dia tega membacok korban karena takut dipukul adiknya tersebut.

Demikian terungkap dalam press release yang digelar di Polres Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (18/1/21). Menurut Harun, penganiayaan yang terjadi Kamis (14/1/21) lalu itu dia lakukan bersama anaknya.

Sebelumnya, Ardeni ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di depan pondoknya. Hanya dalam waktu 1×24 jam jajaran Polres Muratara berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan, yang merupakan kakak kandung dan keponakan korban sendiri.

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat kepada awak media mengatakan, pembunuhan yang terjadi di Desa Jadi Mulya 1 Kecamatan Nibung, Kamis, 14 Januari 2021, berawal saat tersangka dan anaknya pergi ke kebun dan mendapati sudah banyak pohon yang ditebang.

Saat itu menurut Kasat, kedua tersangka menduga yang menebang pohon-pohon itu dalah korban yang merupakan adik kandung tersangka sendiri. Kemudian dari pengakuan tersangka, mereka menemui korban dipondoknya hingga terjadi cekcok antara korban dan tersangka, sehingga membuat tersangka emosi membacok koran dengan mengunakan parang yang mereka bawa.

“Kemudian Alek Sander, anak pelaku yang juga merupakan keponakan korban, kembali membacok leher korban sebanyak satu kali, sehingga korban meninggal di lokasi kejadian. Untuk pasal sendiri kedua tersangka dijerat dengan Pasal 338 junto 340 KUHP, dengan ancaman 20 tahun penjara, “ tegasnya.

Sementara pelaku Harun Sohar, pembunuhan itu bukan mereka rencanakan, karena dari rumah mereka membawa parang untuk menebas jalan. Karena saat itu hari hujan, mereka mampir di kebun mereka yang belum dipotong dan lokasinya yang berada dipinggir jalan.

“Kami dak ado niat, kareno dari awal kami bawak parang itu dari rumah nak nebas jalan. Berhubung saat itu hari ujan kami laju mampir di kebon yang belum dipotong, dan berada dipingir jalan. Waktu itu kami melihat kayu-kayu yang ada disano sudah ditebang dan digesek, pada waktu itu kami nyari adik aku yang gesek itu, tapi dio dak ado disitu,’’ ungkapnya.

Karena tak bertemu adiknya, pelaku dan anaknya langsung ke pondok tempat adiknya tinggal. Saat bertemu, tersangka lantas menasehati korban untuk tidak mengambil kayu-kayu itu.

Mungkin tak senang ditegur, korban dikatakan pelaku malah mengancam akan memukul dirinya. Saat itulah pelaku mengaku langsung membacok korban. “Dari pada aku dibunuhnya dulu, langsung aku bacok lehernyo satu kali. Saat dio terduduk, aku bacok lagi pahanyo,” sambung pelaku.

Sementara pelaku Alek Sander (26) mengungkapkan, dia membacok korban karena refleks. Menurut Alek, dia membacok leher korban. Setelah itum mereka pulang ke rumahnya. SON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here