Home Palembang Underpass Charitas-Flyover Simpang Sekip Terus Dikebut

Underpass Charitas-Flyover Simpang Sekip Terus Dikebut

0
Kepala Bappeda-Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi

PALEMBANG,  PE РRencana pembangunan infrastruktur di Kota Palembang yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN), dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana. Salah satunya pembangunan underpass Simpang Charitas dan Flyover Simpang Sekip, yang saat ini masuk tahap kajian proses pembebasan lahan.

Hal ini ditegaskan Kepala Bappeda-Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi, belum lama ini. Menurut dia, meski saat ini pandemi Covid-19, namun pelaksanaan rencana pembangunan infrastruktur PSN di Palembang tetap on the track.

Saat ini lanjut Harrey, masih dilakukan kajian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) terkait nilai jual lahan dan bangunan yang terimbas dari pembangunan underpass Simpang Charitas. “Masih tahap perhitungan KJPP, karena berdasarkan informasi ada 42 Persil yang harus dibebaskan. Untuk proses pendanaan pembebasan lahan juga kemungkinan akan sharing, sebab tidak bisa sepenuhnya mengandalkan APBD Kota Palembang,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jika perkiraan dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sepanjang kawasan Jenderal Sudirman, yang terbilang besar sehingga perlu dukungan pendanaan lebih. “Harga pasarnya cukup tinggi untuk sepanjang Sudirman, sudah pasti tak cukup jika hanya APBD Kota,” katanya.

Seperti halnya, proses pembebasan lahan di Fly Over Simpang Sekip yang menggunakan skema sharing dana antara Pemerintah Kota dan Provinsi Sumatera Selatan. “Untuk pembebasan lahan disana Pemkot sudah anggarkan sekitar Rp 24-25 Milyar dan sisanya Provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubid Bina Marga PSDA Bappeda Kota Palembang, Puput menambahkan, saat ini selain masih diproses oleh KJPP, untuk rencana pembangunan khususnya Underpass masih dalam persiapan Detail Engineering Desain (DED) dan LARP.

Untuk Simpang Charitas tidak ada relokasi. Namun demikian dilakukan perhitungan aset untuk lahan dan bangunan dan tanaman tumbuhan, milik warga yang terdampak.

Hasil observasi awal terhadap warga terdampak di lokasi rencana pembangunan dekat Simpang Charitas, mencangkup Kelurahan Sei Pangeran dan Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur 1.

Mulai dari STA 0 sampai dengan STA 650, diperoleh gambaran, dengan jumlah lahan terdampak seluas 1.436 M2, pagar yang terbongkar 360 M2, jumlah pohon 53 batang. Sedangkan untuk sarana dan prasarana sebanyak 81 unit (rambu-rambu, tiang listrik, yang telepon dan baliho)

Di Kelurahan 20 Ilir jumlah bangunan terdampak 42 unit dengan luas lahan 631 M2, pagar 292 M2, taman 730 M2, tanaman 66 pohon dan sarpras 171 unit sesuai dengan desain Underpass Simpang Charitas. “Kebutuhan lahan yang harus dibebaskan secara riil masih menunggu final DED yang masih dalam proses,” tutupnya. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here