Home Palembang Dukcapil Palembang Lakukan Perekaman Penyandang Disabilitas

Dukcapil Palembang Lakukan Perekaman Penyandang Disabilitas

0
Petugas Dukcapil Kota Palembang sedang merekam sidik jari salah satu penyandang disabilitas di Palembang.

PALEMBANG, PE – Upaya memberikan pelayanan terhadap identitas kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Palembang terus menyisir program perekaman Kartu tanda Penduduk elektronik (e-KTP). tak terkecuali para penyandang disabilitas yang juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan identitas diri.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Palembang, Dewi Isnaini mengatakan, sebanyak 162 orang yang dilayani administrasi kependudukan, baik itu KTP, KIA maupun akte kelahiran. “Hari ini kita melakukan perekaman untuk penyandang disabilitas, sesuai dengan kebutuhan disabilitas yang kesulitan untuk melakukan perekaman sendiri, makanya kita jemput bola. Semuanya prioritas karena identitas diri itu adalah hak semua penduduk, yang membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” ujar Dewi Isnaini di Balai Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Budi Perkasa, Kamis (25/2).

Berdasarkan data, lanjut Dewi, capaian perekaman e-KTP sudah mendekati 100 persen yakni 98,06 persen di tahun 2020. “Alhamdulillah, secara nasional kita sudah melampaui yakni 98 persen, makanya tahun ini kita akan kejar dengan berbagai upaya salah satunya jemput bola,” ujarnya.

Ditanya terkait ketersediaan blangko, Dewi menyebutkan setiap bulan selalu ada, bahkan stok ada 36 ribu. “Stok blanko aman, kalau sistemnya ada online juga pelayanan secara langsung. Namun selama pandemi ini kita banyak mengedukasi masyarakat, dengan melayani secara online,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Dukcapil Sumsel Pu’adi mengatakan, capaiam perekaman untuk di Sumsel belum capai target. Saat ini baru diangka 97 persen. Ada tiga kabupaten yang tidak tercapai, yakni OKU Selatan, Muratara dan Empat Lawang. “Tidak tercapainya target perekaman ini banyak kendalanya, diantaranya minimnya SDM, alat dan jangkauan. Termasuk belum ada kesadaran masyarakat perekaman. Insya Allah tahun ini kita targe 100 persen, sedangkan untuk blanko aman stok kita 1000, kita juga sudah mengusulkan 50 ribu lagi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala BRSPDF Budi Perkasa, Iwan Nurcandra mengungkapkan jika selama ini para disabilitas mengalami hambatan untuk memiliki identitas kependudukan. Sementara, saat ini semua bantuan sosial menjadikan data terpadu Kesejahteraan sosial (DTKS) yang sumbernya berasal dari Nomor Induk Kependudukan (NIK)

“Tahun lalu baru 1.500 penyandang Disabilitas di Sumsel yang menerima bantuan. Mereka akan kembali dimasukan sebagai keberlanjutan program untuk menerima bantuan. Selain itu, target kami tahun ini menjangkau 2.275 penyandang Disabilitas agar juga bisa menerima bantuan, namun semua tentu harus memiliki NIK,” tukasnya. DYN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here