Home Parlemen & Politik Dukung AHY, DPD dan DPC Kabupaten/Kota di Sumsel Tandatangani Ikrar Kesetiaan

Dukung AHY, DPD dan DPC Kabupaten/Kota di Sumsel Tandatangani Ikrar Kesetiaan

0
Penandatangan ikrar kesetiaan DPD wilayah Sumsel dan DPC Kabupaten/Kota di Sumsel, terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat.

PALEMBANG, PE – Isu kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat (PD), disambut dengan janji akan loyalitas dari para kader.

Seperti yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) wilayah Sumsel dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota di Sumsel, yang menandatangi sebuah kertas berupa perjanjian loyalitas dan ikrar kesetiaan terhadap kepemimpinan AHY.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumsel, Ir H Ishak Mekki MM menegaskan ikrar para ketua DPD hingga DPC Partai Demokrat menutup peluang Kongres Luar Biasa (KLB).

“Ikrar kesetiaan yang kita lakukan dengan menandatangi sebuah surat bermaterai mendukung penuh kepemimpinan AHY dengan tetap solit dan tidak terpengaruh, ” ujarnya usai penandatangan ikrar kesetiaan di York Cafe Palembang, Jumat (26/2).

Ia mengatakan, bahwa dengan ini maka DPD dan DPC di Kabupaten/Kota di Sumsel sepakat untuk melawan gerakan pengambilan alihan partai Demokrat. “Kita bersama-sama akan melawan mereka dengan solid dan tetap kompak, ” katanya.

Ia memastikan bila ada kader yang terlibat dalam gerakan tersebut dipastikan, akan ditindak tegas dikeluarkan dari partai. “Akan kita tindak tegas mereka yang mengikuti gerakan tersebut, ” jelasnya.

Lanjut dia mengatakan, bahwa tanpa adanya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Partai Demokrat tidak akan ada. “Kita pastikan partai ini tidak ada kalau tidak ada beliau, karena ia sebagai pendiri dan pencetus nama. Oleh karena itu kita harus mempertahankan partai agar tidak terpecah belah, ” ungkapnya.

Ia mengklaim bahwa AHY adalah sosok yang tepat dalam memimpin partai Demokrat jadi harus di dukung penuh, oleh karena itu DPD hingga DPC harus tetap solid dalam menjaga partai ini agar tidak terpecah belah.

“Untuk motif yang melatar belakangi adanya gerakan pengambil alihan Partai Demokrat, tidak lain adalah kekuasaan hingga bursa calon Presiden dan Wakil Presiden,” bebernya.

Lanjut dia mengatakan, bahwa di balik cobaan seperti ini ada hikmahnya. “Kita ambil hikmah dalam kasus ini dengan melawannya, baik dari dalam maupun luar, kita tetap solit dalam mendukung kepemimpinan AHY, ” tambahnya.

Dalam ikrar yang dilakukan, ada dua DPC yang berhalangan hadir yakni OKU dan OI. “Kedua DPC ini akan menyusul menandatanginya karena DPD dan DPC Kabupaten/Kota mendukung penuh AHY, ” bebernya.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Pembimbing DPP Demokrat, Sarjan Tahir menyesalkan manuver yang dilakukan para kader yang ingin kudeta karena hal itu menurutnya sia-sia. Apalagi, kata Sarjan, kepemimpinan AHY selama ini dinilai berhasil, bahkan mampu mendongkrak popularitas dan kinerja partai.

Manuver yang dilakukan, tak lain hanya luapan kemarahan yang bersangkutan karena tak mampu berpikir jernih. “Kemarahan tersebut hanya bikin kita dipermalukan saja karena kader Demokrat dan publik luas bisa menilai, mana yang baik dan mana yang tidak baik, ” aku dia.

Ia menuturkan, bahwa orang-orang bisa menilai, yang dilakukan orang yang ingin melakukan kudeta ini sama seperti mengadu domba orang-orang Demokrat. Apalagi sampai mengungkit-ngungkit cerita lama. Akhirnya semua orang tahu sifat asli orang itu.

Menurut Sarjan, sebagai kader yang baik, seharusnya bersatu dengan orang-orang di internal Partai Demokrat terutama pengurus, mencegah ancaman dan gangguan-gangguan dari orang luar yang hendak merusak keharmonisan Demokrat.

“Demokrat ini, kalau ada gangguan apalagi dari orang luar, mereka makin solid. Jadi jangan main-main, dan ini merupakan ujian yang harus dilalui karena bila kader solid partai ini tidak ada terpecah belah, ” tutupnya. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here