Home Sumsel Lahat Megalit Lahat Menuju Warisan Dunia

Megalit Lahat Menuju Warisan Dunia

0
Wabup Lahat, H Haryanto SE MM MBA didampingi PJ Sekda, Drs H Deswan Irsyad MPdi berdiskusi dengan jajaran Balai Arkeologi Provinsi Sumsel, Jumat (26/2/2021). Foto : BERNAT/PALPRES

LAHAT, PE – Sebutan Seribu Megalitikum memang pantas dialamatkan bagi Bumi Seganti Setungguan. Dimana, peninggalan bersejarah tersebut tersebar dipenjuru negeri Kabupaten Lahat, termasuk juga di Kota Pagaralam, Empat Lawang serta Muara Enim. Kini, situs tersebut akan menuju warisan dunia, terdaftar di UNESCO sebagai warisan ke enam.

Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Budi Wiyana, menjelaskan bahwa megalitik di Pasemah atau Lahat sangat unik dan tidak ada duanya di Indonesia bahkan dunia. “Pasemah banyak peninggalan bersejarah, secara umum berada di Gunung Dempo dan Gumay, macam bentuknya, sudah diteliti oleh pihak asing, seperti Jerman, Belanda baik laporan bahkan tulisan soal megalitik,” ungkapnya, Jumat (26/2).

Sudah tidak diragukan lagi, sambung dia, warisan ini sudah sepatutnya dipublikasikan, mengenai budaya, sejarah dan pariwisata. Berdasarkan data ada 40 situs warisan dunia, data-data yang ada di Pasemah masuk ke enam warisan dunia. “Potensi banyak, 64 situs, 15 jenis diantaranya macam-macam diantaranya, arca menhil, arca batu, lumpang batu, yang tidak ada di daerah lain,” terang Budi seraya menuturkan, satuan budaya Pasemah, masuk juga Kabupaten Muara Enim dengan peninggalan megalitik, diharapkan menjadi warisan.

Pembentukan TACB, masih kata dia, mesti lewat tahapan dari bawah, sehingga ditetapkan cagar budaya kabupaten, provinsi, nasional dan terakhir terdaftar di tingkat dunia. “Tahapan panjang tapi diupayakan. Harus melibatkan pemangku kepentingan, TACB tingkat Kabupaten merupakan langkah maju dalam pendataan peninggalan bersejarah.
Tak kalah penting, adalah warga, menuju warisan dunia langkahnya panjang, kaliboratif dan tidak bisa sendiri,” ucapnya.

Dirinya menuturkan, Megalitik Pasemah pengertian budaya terpisah karena administratif makanya untuk menetapkan mesti melibatkan Pemkot Pagaralam, Empat Lawang, Lahat dan Muara Enim. Peran penting dari DPRD dan OPD Kabupaten, dalam membantu menuju warisan dunia.

“Keuntungannya, ilmu pengetahuan Pasemah sudah terkenal ratusan bahkan ribuan tulisan dan tidak diragukan lagi. Kunjungan pariwisata, on the way UNESCO tolak ukur penetapan, terkait dengan politik, dengan nilai dapat disandingkan dengan situs dunia lainnya,” beber Budi.

Sementara itu, Ketua Panaromic of Lahat, Mario Andramatik menerangkan, di Lahat sendiri setidaknya ada 64 situs dan 15 jenis peninggalannya, kalau di negara dan dunia lain paling banyak tiga macam saja. “TACB ada tujuh orang dan mengikuti sertifikasi dan tahap kedua penetapan oleh Bupati. Megalitik ada cerita dan perlu dikembangkan, bahwa batubara dan minyak akan habis, tetapi megalitik tidak akan habis dimakan usia,” tutupnya.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Lahat, HM Safrani Cikmin SH menerangkan, tentunya adanya peninggalan bersejarah ini akan menambah objek wisata di Bumi Seganti Setungguan. Pastinya adanya kesadaran wisata sehingga menarik wisatawan berkunjung. “Oleh sebab itulah, wisata tumbuh kembang lokal maupun luar mesti dikembangkan lebih lanjut,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Lahat, H Haryanto SE MM MBA mengatakan, pada 2018 rekor MURI terbanyak di Indonesia untuk megalit, tersebar di Pagaralam dan Lahat yang dulunya satu kesatuan, bahkan Empat Lawang. “Tinggal bagaimana pelestariannya, terutama di Kota Agung, ada peninggalan bernama Batu Jeme. Hanya saja sudah hilang bagian kepala dan perlu ada ceritanya. Di Desa Geramat ada batu betangkup, terpenting Peraturan Daerah (Perda) pelestarian,” jelasnya.
Dimana lokasinya, sambung dia, di kebun, sawah. Sejarah dari megalit, harus diceritakan dan paparan. “Sektor pariwisata ini tentunya dapat memulihkan perekonomian rakyat, dan bisa juga dikeramatkan agar dapat dijaga kelestariannya,” tandas H Haryanto. BRN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here