Home Uncategorized SMB IV Fauwaz Diradja Sebut Revitalisasi Benteng Kuto Besak Mampu Dongkrak PAD...

SMB IV Fauwaz Diradja Sebut Revitalisasi Benteng Kuto Besak Mampu Dongkrak PAD  

0
SMB IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja (paling kiri) menjadi narasumber dalam webinar yang diselenggarakan Forwida Sumsel dan UT Palembang.

PALEMBANG, PE – Gagasan melakukan revitalisasi terhadap Benteng Kuto Besak (BKB) kembali diangkat penggiat budaya Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama Raden Muhammad (RM) Fauwaz Diradja SH MKn saat berbicara sebagai narasumber pada seminar nasional (webinar) yang digelar Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan UPBJJ-Universitas Terbuka (UT) Palembang, Kamis (11/2) pagi ini.

Menurut Sultan di Kesultanan Palembang Darussalam ini, upaya merevitalisasi bangunan bersejarah yang berada di jantung pusat Kota Palembang itu bakal mampu mendongkrak (PAD), baik dari sektor kunjungan pariwisata, penjualan hasil cendera mata kebudayaan, kuliner. Termasuk meningkatkan kesejahteraan pecinta budaya di Palembang.

“Terlebih, sebagai akibat pelestarian warisan budaya di Palembang yang salah satunya BKB antara lain terbentuk karakter masyarakat yang baik dan berdaya guna serta mencintai dan melestarikan budaya, timbul rasa cinta tanah air dan bela negara, karena meyakini bahwa sebagai generasi sekarang harus meneruskan perjuangan leluhunya yang selalu berjuang dalam membela kepentingan negara. Serta terawatnya benda-benda peninggalan leluhur dan memahami arti peninggalan leluhur yang akan bermanfaat bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan tetap melestarikan kearifan lokal,” beber SMB IV.

Selain BKB urai SMB IV yang kesehariannya berprofesi sebagai notaris ini, warisan budaya lainnya yang punya wujud fisik atau tangible antara lain Masjid Agung, Bukit Seguntang, Rumah Limas, Prasasti-prasasti seperti Talang Tuo, Telaga Batu Kedukan Bukit, Makam-Makam dan ukiran kayu Palembang.

“Sementara warisan budaya yang tidak berbentuk, non material atau intangible di antaranya Bahasa Palembang, syair, pembuatan songket, upacara tradisi, seni tari dan tulisan Arab Melayu. Warisan-warisan budaya ini juga perlu kita lestarikan, dengan menghidupkan budaya tulis dan baca Arab Melayu sebagai simbol Melayu Palembang, atau juga menjadikan Bahasa Palembang muatan lokal di Kota Palembang,” tukasnya.

Diketahui, webinar ini mengambil tema “Menggali Potensi Kearifan Lokal dan Penyelamatan Cagar Budaya Untuk Menuju Indonesia Maju Tahun 2045”. Menurut Ketua Umum Forwida Provinsi Sumsel Dr Ir Diah Kusuma Pertiwi MT, acara tersebut dibuka oleh Asisten III Pemprov Sumsel Bidang Administrasi dan Umum Prof Edward Juliartha mewakili Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Sebagai narasumber antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi dengan presentasi berjudul Potensi Kearifan Lokal dan Penyelamatan Cagar Budaya. Pemateri lain, Hilmar Farid PhD selaku Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Eko Sulistyo yang merupakan Sejarawan dan Dewan Komisaris PT PLN (Persero).

Selain itu ada Dr Dadang Hikmah Purnama MHum selaku Ketua Program Studi S2 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri), SMB IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, Dr Shine Pintor Siolemba Patiro ST MM, Dosen Fakultas Ekonomi UT Palembang.

Dari hasil kegiatan ini menurut Diah, akan dirumuskan dan hasilnya akan menjadi rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan Pemerintah Kabupaten dan kota di Sumsel terkait potensi kearifan lokal dan penyelamatan cagar budaya untuk menuju Indonesia Maju Tahun 2045 terutama di Provinsi Sumsel.

“Rekomendasi webinar ini akan kami sampaikan langsung kepada Gubernur Sumsel,” pungkas Diah didampingi Ketua Panitia Rodi Herawan SE MM dan Direktur UT Palembang Dr Meita Istianda SIP MSi. ARZ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here