Home Headline News Kejati Tetap 2 Tersangka Proyek Masjid Sriwijaya

Kejati Tetap 2 Tersangka Proyek Masjid Sriwijaya

0
Kasipenkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat memberikan keterangan pers terkait ditetapkannya dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Masjid Sriwijaya.

PALEMBANG, PE – Setelah melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya yang menelan dana hibah Pemprov Sumsel sebesar Rp. 130 Milyar itu, penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, menetapkan dua tersangka dalam kasus pembangunan Masjid yang digadang-gadang sebagai Masjid terbesar di Asia itu.

Adapun dua tersangka yang ditetapkan oleh penyidik yakni, EH selaku mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid dan DK selaku KSO perusahaan pelaksana proyek.

Kasipenkum Kejati Sumsel, Khaidirman, mengatakan peran dari tersangka EH adalah sebagai ketua panitia pembangunan masjid saat itu. Sementara peran tersangka DK sebagai pelaksana pembangunan proyek masjid yang mangkrak tersebut.

“Penyidik menetapkan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang sudah terpenuhi, adapun peran kedua tersangka sebagai ketua panitia pembangunan dan penyelenggara pembangunan,” ujar Khaidirman, Senin (8/3/2021).

Khaidirman menjelaskan, meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya untuk sementara belum ditahan dengan pertimbangan keduanya kooperatif.

“Penyidik belum melakukan penahanan kepada kedua tersangka, karena pertimbangannya penyidik menilai keduanya kooperatif. Kedua tersangka sudah lebih dari dua kali diperiksa penyidik, pertama diperiksa sebagai saksi dan setelah cukup bukti baru penyidik menetapkan tersangka. Untuk kerugian negara, saat ini sedang dihitung oleh BPKP,” jelasnya.

Sebelumnya, alokasi dana pembangunan Masjid Sriwijaya itu menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2016 hingga 2017 sebesar Rp130 Milyar.

Dana tersebut, diperuntukkan untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap. Akan tetapi dalam perjalanannya, penyidik mencium adanya kejanggalan yang terjadi.

Pasalnya, dalam penilaian fisik bangunan masjid tersebut, penyidik menduga tidak sesuai dengan nilai kontrak.

Sementara hingga saat ini, kondisi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya belum terlihat jelas bentuknya alias terbengkalai. Terlihat hanya beberapa tiang beton saja, itupun sudah ditumbuhi ilalang yang menjulang di lokasi proyek. JAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here