Home Parlemen & Politik SILAKAN CEK!!! Demokrat Sumsel Umumkan Nama-Nama ‘Begal Politik’ yang Ikut KLB di...

SILAKAN CEK!!! Demokrat Sumsel Umumkan Nama-Nama ‘Begal Politik’ yang Ikut KLB di Sumut

0
Perhatikan sosok yang ditandai diduga kader PD asal Sumsel hadir di KLB Sumut belum lama ini.

PALEMBANG, PE – Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko masih terus menjadi perhatian publik.

Di Sumatera Selatan (Sumsel), Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumsel MF Ridho ST MT mengungkapkan, ada beberapa kader Partai Demokrat dan mantan kader Partai Demokrat, ikut hadir ke acara KLB ilegal di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada 5 Maret 2021 lalu.

Menurut dia, dari berbagai bukti dokumentasi yang diperoleh pihaknya diketahui mereka, yang kemudian disebut-sebut Ridho dengan istilah para ‘begal politik’ tersebut, ikut dalam KLB ilegal itu.

“Berbagai bukti dan dokumentasi yang kita diperoleh, tampak para ‘begal politik’ asal Sumsel diduga hadir pada KLB abal-abal di Deli Serdang lalu,” ungkap Ridho dalam siaran pers yang diterima Palembang Ekspres, Senin (29/3).

Ridho merinci, mereka itu antara lain Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Pagaralam Geo Ferlando yang pernah gagal dalam pencalonan anggota legistlatif (Caleg) pada 2019, Ketua DPC Ogan Ilir Addinul Ikhsan (Caleg gagal 2019), Ketua DPC Musi Banyuasin (Muba) Hairul Ilyasa (Caleg gagal 2019), Sekretaris DPC Banyuasin AA Hari Afriansah (Caleg gagal 2019), mantan Ketua DPC Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Gumari (Caleg gagal 2019), Ketua Bakomstra DPC OKU Timur Sahrulludin, kader PD OKU Pahlevi, anggota BPOKKC DPC PALI Sari Rafita Utari, mantan Ketua DPC Musi Rawas (Mura) Abu Herrry (Caleg gagal 2019), mantan Plt Ketua DPC Mura Ismun Yahya (Caleg gagal 2019), mantan Pengurus PD Musi Rawas Utara (Muratara) Tabrani Yauzi, Ketua PAC Kecamatan Ilir Timur II Palembang Ridwan, Wakil Ketua Bendahara DPC PALI Abdul Rizal.

MF Ridho yang juga Anggota DPRD Sumsel ini mengatakan, mereka para ‘begal’ tersebut telah dilaporkan ke DPP PD di Jakarta dan telah diambil sanksi tegas berupa pemecatan baik dari jabatan maupun sebagai kader partai. Ia juga menyesalkan bahwa ada dua kader senior asal Sumsel yang turut memotori GPK PD yakni mantan Sekjen DPP PD 2009-2014 Marzuki Ali dan Syofwatilah (Opat, Caleg DPR RI gagal 2019) yang telah memberikan contoh buruk tentang demokrasi di Sumsel.

“Mereka pernah diberi kesempatan berkiprah, besar, dan menikmati jabatan melalui Partai Demokrat karena jasa Pak SBY, namun ketika mereka gagal nyaleg, mereka berduyun-duyun ikut dalam gerombolan ‘begal politik’ yang merampok, menghina dan memfitnah SBY serta Ketum AHY,” kata Ridho sembari menegaskan bahwa mereka adalah contoh buruk bagi generasi muda Sumsel dalam berdemokrasi.

Ridho sangat menyesalkan perilaku mereka, para ‘begal politik’ yang telah menodai citra politisi dan partai politik di mata masyarakat. Padahal, lanjutnya, masih banyak sekali politisi dan partai politik yang berjuang dengan cara yang benar, mengedapankan etika dan berjuang sungguh-sungguh demi kepentingan dan aspirasi masyarakat.

“Mari selamatkan demokrasi, cegah perbuatan melawan hukum yang merusak demokrasi kita dari para ‘begal politik’ di daerah kita ini. Jangan salahkan bila publik menghukum mereka dengan sanksi sosial,” pungkasnya. ARZ/R

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here