Home Palembang Gaji Belum Dibayar, Karyawan JSC Demo

Gaji Belum Dibayar, Karyawan JSC Demo

0
Aksi unjuk rasa yang dilakukan karyawan PT Jakabaring Sport City, Kamis (8/4).

PALEMBANG, PE – Beralasan menunggu dana Penyertaan Modal Perusahaan (PMD), PT Jakabaring Sport City (JSC) diduga belum membayar gaji karyawan selama 10 bulan dari Juni 2019 hingga Maret 2020. Total kewajiban yang harusnya dibayarkan oleh PT JSC, mencapai kurang lebih Rp 9 Milyar.

Hardi, Koordinator Lapangan mengatakan, bahwa apa yang mereka lakukan yakni aksi damai mogok kerja menuntut gaji para karyawan dibayarkan pihak PT JSC.

“Kami disini karyawan tetap yang tidak dibayarkan gajinya selama 10 bulan dari Juni 2019 hingga Maret 2020, dengan total gaji yang belum dibayarkan mencapai Rp 9 Milyar,” ujarnya di sela-sela aksi demo di depan pintu masuk JSC, Kamis (8/4).

Hardi menyayangkan, sikap PT JSC yang terkesan hanya berharap pada dan APBD untuk membayar gaji karyawannya. “Kita sangat sayangkan dengan sikap PT itu. Seharusnya jangan berpatokan dengan APBD untuk membayarkan gaji dan mensejahterakan karyawannya,” katanya.

Oleh karena itu selain meminta gaji, lanjut dia, pihaknya juga meminta PT JSC membuat peraturan perusahaan yang jelas. Sebelum menggelar demo, pihaknya sudah mengadukan hal ini ke Dinas Ketenagakerjaan untuk dilakukan mediasi.

“Kita sudah mengadukan ini ke Dinas Ketenagakerjaan, tapi hingga detik ini tidak ada titik kesempakatan terkait masalah gaji yang belum dibayarkan itu,” bebernya.

Hingga saat ini para pengunjukrasa masih setia menunggu pihak PT JSC untuk menemui mereka di depan pintu masuk JSC, guna untuk memenuhi beberapa tuntutan mereka.

Sementara itu, Direktur Utama JSC, Meina Fatriani Paloh berjanji bakal membayarkan gaji karyawan di bulan ini. “Kita bakal membayarkan gaji karyawan yang belum dibayarkan 10 bulan, dari Juni 2019 hingga Maret 2020,” ujarnya, Kamis (8/4).

Dirinya menjelaskan, bahwa belum dibayarkannya gaji karyawan karena PT JSC tidak memiliki uang lagi pasca Asian Games 2018. “Saya baru menjabat diakhir 2018, dan kondisinya sangat memprihatikan karena tidak memiliki uang lagi,” katanya.

Hal ini dikarenakan pasca Asian Games uang digunakan untuk memperbaiki fasilitas, hingga membayar beban listrik yang digunakan selama event tersebut.

“Kita saat itu tidak memiliki satu persen pun dana, ditambah 2019 lalu tidak adanya subsidi dari pemerintah sehingga kita tidak membayar full gaji karyawan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi permasalahan itu, lanjut dia, pihaknya membentuk tim marketing untuk bisa membuat komersil dan menghasilkan uang. “Oleh sebab itu, kita bakal membayarkan semua gaji karyawan pada bulan ini,” tutupnya. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here