Home Palembang Gandeng 6 Narasumber Berkompeten, Museum Negeri Sumsel Segera Rilis Buku Koleksi Mata...

Gandeng 6 Narasumber Berkompeten, Museum Negeri Sumsel Segera Rilis Buku Koleksi Mata Uang

0
Kasi Pelayanan dan Penyajian Museum Negeri Sumsel Adie Citra Sandy (berdiri, pakai tanjak) memoderatori pengkajian rencana penyusunan buku tentang koleksi mata uang bersama enam narasumber yang berkompeten.

PALEMBANG, PE – Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa kembali akan merilis buku. Buku ini nantinya akan diberi judul “Dinamika Mata Uang Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan”. Diketahui, Museum Negeri Sumsel sendiri saat ini juga telah memiliki puluhan koleksi mata uang Republik Indonesia.

Sebelum buku ini dirilis, pihak Museum terlebih dahulu mengajak para sejarawan, budayawan maupun akademisi untuk terlibat dalam penulisan buku. Mulai dari pengkajian hingga menjadi narasumber dalam buku tersebut.

Turut hadir dalam kajian koleksi museum milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel ini, sejarawan muda Benny Pramana Putra, dua budayawan Sumsel RA Ali Hanafiah dan Yudhie Syarofie, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Dr Imam Asngari, Dosen FKIP Unsri, Syafruddin Yusuf, termasuk seorang jurnalis budaya dan sejarah Dudi Oskandar.

Kajian koleksi Museum yang berlangsung di Auditorium Museum Negeri Sumsel, Selasa (13/4) ini membahas secara mendetail proses perumusan buku mulai dari pemilihan judul, materi dalam setiap Bab, hingga daftar pustaka.

“Kami diberi kesempatan untuk mengkaji berbagai hal tentang koleksi museum berupa mata uang mulai dari masa pra aksara, pra sejarah hingga mata uang Republik Indonesia,” ungkap Benny Pramana Putra, salah seorang narasumber dibincangi di sela kajian.

Nantinya di dalam buku ini akan dikupas tuntas tentang sejarah mata uang satu persatu, termasuk mata uang lokal daerah yang hanya dimiliki di daerah Sumatera dan Jawa.

“Bahkan ada Orida (Oeang Republik Indonesia Daerah) pembuatannya di Tanjung Sakti Kabupaten Lahat, hanya saja kita tidak memiliki uang tersebut, maka dari itu kami akan menyurati pihak Bank Indonesia (BI) apakah memiliki uang itu, kalau berkenan untuk menghibahkannya ke kita (Museum Negeri Sumsel),” jelas Kepala Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa H Chandra Amprayadi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan dan Penyajian Museum Negeri Sumsel Adie Citra Sandy SSos.

Kajian koleksi museum ini kembali akan dilakukan pada 20 April mendatang, untuk presentasi sekaligus mematangkan kajian koleksi mata uang koleksi Museum ini. BET

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here