Home Headline News Jadi Bahan Ejekan di Grup WhatsApp, Alex Noerdin Siap Tempuh Jalur Hukum

Jadi Bahan Ejekan di Grup WhatsApp, Alex Noerdin Siap Tempuh Jalur Hukum

0
Kuasa hukum mantan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dari Kantor Advokat Polis Abdi Hukum, Redho Junaidi SH MH didampingi Riduwan Said dan rekan saat menggelar jumpa pers, Selasa (13/4).

PALEMBANG, PE – Merasa nama baiknya dicemarkan melalui media sosial (medsos) WhatsApp, mantan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin melalui kuasa hukumnya Redho Junaidi SH MH dari Kantor Advokat Polis Abdi Hukum berencana melaporkan oknum pengurus organisasi yang mengkaitkan dengan kasus hangat Masjid Sriwijaya.

Hal itu terlihat jelas saat kuasa hukumnya Redho menunjukkan gambar kliennya diedit dan ditambahi dengan meme kata-kata “balek kelah mang duit masjid tu, terbuang kau”. Kemudian ada yang menjawab dengan meme “Cakmano lur lah abes”.

“Atas dasar itulah kami dari kuasa hukum Alex Noerdin memandang ini kasus yang sangat serius, karena klien kami dicemarkan nama baiknya hingga dihina di sebuah grup WhatsApp tersebut,” ujarnya didampingi Riduwan Said dan rekan di Kantor Advokat Polis Abdi Hukum, Selasa (13/4).

Terkait masalah ini, lanjut dia menjelaskan, bahwa Senin (12/4) pihaknya sudah melakukan konseling ke pihak berwajib dan atas hal tersebut dalam waktu dekat juga pihaknya akan membuat laporan secara resmi ke pihak polisi.

“Intinya dalam waktu dekat kita akan melaporkan mengenai pencemaran nama baik tersebut, sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang ITE dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” katanya.

Oleh sebab itu ia mengimbau bagi seluruh elemen masyarakat, agar tidak melakukan hal sepeti ini. “Kita imbau kepada siapapun tanpa kecuali, agar tidak melakukan hal yang sama terhadap klien kami ini,” ungkapnya.

Untuk sekarang ini pihaknya masih melengkapi beberapa barang bukti, dan siap melaporkan pihak-pihak terkait yang diduga menyebar luaskan media elektronik gambar-gambar yang mencemarkan dan menghina nama baik kliennya.

“Untuk sementara ini kita hanya menemui penyebarannya melalui grup WhatsApp saja, sedangkan yang lainnya belum kita ketemukan,” tutupnya. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here