Home Sumsel Muara Rupit Masuk Ramadhan Harga Sejumlah Barang di Pasar Muratara Merangkak Naik

Masuk Ramadhan Harga Sejumlah Barang di Pasar Muratara Merangkak Naik

0
Salah satu lapak pedagang di Pasar Lawan Agung, Rupit, Muratara.

MURATARA,PE- sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap memasuki bulan suci Ramadhan sejumlah barang pokok mengalami kenaikan. Seperti yang terjadi Pasar Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (13/4/21).

Akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok seperti ikan, cabai, telur ayam dan sejumlah barang lainnya, membuat banyak pedagang mengeluh. Soalnya dampak dari kenaikan harga berang tersebut membuat mereka sepi pembeli.

Seperti disampaikan Mariam, salah satu pedagang Pasar Lawang Agung. Dia mengatakan, naiknya harga barang pokok itu sudah mulai terjadi terhitung sejak tiga minggu terakhir. Dimana kenaikan itu mulai dari 30 persen hingga 50 persen, dari harga barang sebelumnya.

Seperti harga ikan teri dari harga sebelumnya Rp 60 ribu/kg, sekarang menjadi Rp90 ribu/kg. Cabai rawit dari Rp 35 ribu naik menjadi Rp55 Ribu/kg, begitu juga cabai merah dari harga Rp35 ribu naik menjadi Rp60 ribu/kg. Sementara telur ayam dari sebelumnya Rp 40 ribu/ karpet, menjadi Rp 45 ribu/karpet. Kenaikan juga terjadi pada harga sejumlah sayuran.

Dia mengaku tidak tahu pasti, apa penyebab kenaikan harga bahan pokok dipasaran. Tetapi sekarang memang rata-rata semua sedang naik harga, padahal stok masih banyak di pasaran. Akibatnya dia dan pedagang lain sangat merasakan dampak dari kenaikan harga tersebut, karena pasar menjadi sepi pembeli.

“Sedikit saja kenaikan harga barang yang terjadi di Pasar Lawang Agung, sangat berdampak terhadap pengunjung pasar. Sementara pedagang di pasar ini juga bersaing dengan pedagang dipasar kalangan, yang hampir ada di setiap desa di Muratara,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Disperindagkop Muratara, Syamsu Anwar membenarkan terkait kenaikan harga beberapa bahan pokok di Pasar Lawang Agung, Rupit, Muratara. Faktor yang paling memengaruhi, lanjut dia, diantaranya masalah pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak warga kehilangan mata pencarian hingga berdampak melambatnya pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurutnya, naik dan turunnya harga barang sebetulnya sudah biasa terjadi, terutama menjelang momen tertentu seperti Ramadhan, Lebaran dan perayaan hari-hari besar lainnya. Dampaknya juga terjadi penurunan daya beli masyarakat, dan hal itu tidak hanya terjadi di Muratara saja, bahkan sampai skala nasional.

“Kenaikan harga saat ini masih dibatas kewajaran. Dari pantauan kami, ada harga yang naik, ada juga yang turun. Seperti beras, minyak sayur, dan gula, yang malah turun dari harga biasanya,” tutupnya. SON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here