Home Palembang Tempat Usaha Boleh Buka Asal Jaga Prokes

Tempat Usaha Boleh Buka Asal Jaga Prokes

0
Rapat membahas PPKM yang digelar di rumah dinas Wali Kota Palembang, Rabu (14/4/2021).

PALEMBANG, PE – Pemerintah Kota Palembang saat ini tetap menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro (PPKM) sampai 19 April 2021. Meski menerapkan PPKM, namun tak ada instruksi dari Pemerintah Kota Palembang untuk menutup tempat usaha.

“Pembatasan tetap dilakukan tapi skala mikro. Tempat usaha juga tidak harus tutup. Tapi dengan syarat, baik pelaku usaha dan masyarakat tetap harus menaati protokol kesehatan,” kata Wali Kota Palembang, H Harnojoyo usai rapat membahas PPKM di rumah dinas Wali Kota, Rabu (14/4/2021).

Harnojoyo mengingatkan, untuk rumah makan misalnya, kapasitas ruangan juga wajib mengikuti aturan yang tertuang dalam Perwali Kota Palembang Nomor 27 Tahun 2020 yakni 50 persen dari kapasitas.

“Pada prinsipnya protokol kesehatan, jaga jarak antar pengunjung restoran, pakai masker dan menyediakan cek suhu dan tempat cuci tangan,” tegasnya.

Harno menegaskan, sampai detik ini Perwali tersebut belum dicabut yang artinya peraturan tersebut masih berlaku. Karenanya, dalam pelaksanaan PPKM ini mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) dan hampir mirip kriteria penerapan laiknya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Dasarnya dari Perwali ini, kita lakukan pembatasan bukan pelarangan. Namun untuk PPKM lebih dipersempit lingkungan pengawasannya hingga tingkat kelurahan,” ujarnya.

Sebagai Kepala Daerah, Harnojoyo telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 2/SE/Dinkes/2021 tentang pemberlakuan PPKM dan optimalkan posko penanganan dan pengendalian Covid-19 di kelurahan.

“Surat edaran ini hanya mempertegas, nanti pengawasan dan penanganan Covid-19 ada di tingkat kelurahan dan pos komando. Kita tidak mengedepankan sanksi, namun lebih kembali mengedukasi masyarakat untuk disiplin protokol,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Palembang, Zainal Abidin mengatakan, jenjang pelaksanaan PPKM dimulai dari tingkat RT dan posko penanganan ada di Kelurahan.

“Kalau ada warga yang terpapar Covid-19 dilingkungan kelurahan, maka harus segera ditangani di posko kesehatan yang ada di kelurahan. Jangan diisolasi saja di rumah, karena khawatir akan terpapar ke masyarakat lain,” katanya.

Ia pun menilai PPKM ini bisa efektif, jika masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan. Sebab selama ini, ia melihat tampaknya masyarakat sudah cukup jenuh dengan pandemi Covid-19 sehingga protokol kesehatan terkesan kendor dalam setiap acara

“Dengan PPKM ini mudah-mudahan bisa kembali mengingatkan warga. Sifatnya ini lebih ke imbauan warga, agar Palembang bisa keluar dari zona orang,”tukasnya. DYN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here