Home Palembang Ustadz Masagus Ahmad Fauzan Yayan Jabat Ketua Umum DPW ISQI Sumsel

Ustadz Masagus Ahmad Fauzan Yayan Jabat Ketua Umum DPW ISQI Sumsel

0
Sejumlah tokoh ulama, akademisi, kaum intelektual di Kota Palembang saat mendeklarasikan Ikatan Sarjana Alquran Indonesia (ISQI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Pondok Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang Minggu (11/4).

PALEMBANG.PE- Sejumlah tokoh ulama, akademisi, kaum intelektual di kota Palembang mendeklarasikan Ikatan Sarjana Alquran Indonesia (ISQI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Pondok Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang Minggu (11/4).

Setelah dideklarasi pengurus ISQI Sumsel langsung dibentuk, dengan Ketua Umum DPW ISQI Sumsel, Ustadz Masagus Ahmad Fauzan Yayan. Dengan berdiri ISQI, diharapkan akan menjadi lokomotif gerakan membumikan spirit dan pesan-pesan Al-Qur’an di Sumatera Selatan.

Ustadz Masagus Ahmad Fauzan Yayan, seorang yang dikenal luas sebagai penggerak pemasyarakatan Al-Qur’an di tengah-tengah warga Sumsel yang juga seorang pengasuh pondok pesantren Kyai Marogan mengatakan, ISQI sebagaimana misinya, merupakan pemaduan kekuatan ulama dan akademisi.

Sifat dari gerakan ISQI yaitu melampaui sekat-sekat mazhab dan golongan, dan juga melampaui dikotomi sains dan wahyu Allah. ISQI akan menjadi rumah yang subur bagi lahirnya prakarsa dan program yang bersifat Rahmatan Lil ‘Alamin.

Menurutnya, ISQI wilayah Sumsel menawarkan konsep RT-RW. Sebagaimana struktur pemerintahan yang paling bawah adalah RT dan RW. “Berbeda istilah yang kita maksud RT disini. RT merupakan singkatan dari Rumah Tahfidz. Negeri ini mayoritas beragama Islam. Kaum muslim merasa penting untuk belajar membaca, menghafalkan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Di daerah Sumsel gerakan pendirian rumah-rumah tahfidz telah menyebar. Bak gerakan sosial baru rumah tahfidz muncul dari bawah, kalangan masyarakat bersemangat untuk mendirikan rumah tahfidz. Gerakan ini disambut oleh Gubernur Sumsel dengan menjadikan program utama Pemprov 1 desa 1 rumah tahfidz,” katanya.

Rumah tahfidz menurutnya merupakan program pemberdayaan masyarakat. Sifatnya sosial gratis. Untuk di Kota Palembang sudah melebihi target sudah berdiri 300 rumah tahfidz. Oleh sebab itu untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan program rumah tahfidz perlu didorong pendirian rumah wakaf. Tentu saja rumah wakaf produktif. Misal wakaf apartemen, sawah, wakaf wisata, dan usaha produktif lainnya. Tujuan dari rumah wakaf untuk menopang biaya operasional dari rumah-rumah tahfidz. Paling tidak di tiap kecamatan berdiri 1 rumah wakaf.

“Agar program rumah tahfidz dapat berjalan dengan lancar. Apalagi di masa pandemi dimana para ustadz, guru ngaji berdampak secara finansial. Kita ISQI mendorong para aghniya’ untuk berwakaf produktif. Mulai dari wakaf lahan, uang atau bangunan. Untuk prosedur wakaf tanah sudah diatur di dalam UU Wakaf tahun 2004 dengan mencatatkan Akta Ikrar Wakaf di KUA kecamatan. Bagi yang memiliki lahan strategis dapat mendayagunakan untuk usaha produktif,” katanya.

Hasil usaha wakaf ini untuk membiayai para guru ngaji, para imam. Dengan konsep rumah wakaf (produktif) ini, para donatur mendapatkan keuntungan ganda dan menjadi sedekah jariyah.

“Sedekah sekali lalu hasilnya lama dan abadi. Jadi minset kita harus dirubah yang biasanya berwakaf bangun masjid lalu untuk operasional dan perawatan mengalami kendala. Berbeda halnya jika kita berfikir produktif. Sebagai sarana ibadah bangunan masjid berbentuk 2-3 tingkat untuk lantai bawah dapat digunakan sarana gedung serbaguna, perkantoran yang hasil sewanya untuk menopang biaya operasional masjid dan gaji para marbot pengisi pengajian. Kita dapat mencontoh dari kesuksesan universitas Al-Azhar Kairo sudah berusia 1000 tahun masih eksis semua mahasiswa kuliah gratis beasiswa untuk gaji para dosen ditopang dari dana abadi umat, berupa wakaf produktif berbentuk apartemen, pom bensin, terusan Suez dan sebagainya,” katanya.

Untuk manajemen RT-RW ini, menurutnya, pengelolaannya oleh BUMW (Badan Usaha Milik Wakaf) dengan menunjuk pengelola (Nazhir) yang profesional di bidangnya.

“Insya Allah dengan konsep RT-RW ini masa depan peradaban bangsa lebih berdaulat sebab ditopang oleh masyarakat langsung. Pemerintah dalam hal ini BPK, Presiden, mendorong Gerakan Berwakaf. Dan memang menurut sistem keuangan Islam solusi untuk kemakmuran adalah wakaf. Adapun zakat berfungsi untuk menolong orang fakir miskin agar tidak kelaparan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar: Prof. Dr. Ris’an Rusli, M.A berharap dengan terbentuk ISQI kedepannya perlu adanya sinergi antara ISQI dengan lembaga – lembaga yang ada di Kota Palembang.

“Meskipun ISQI baru dideklarasikan dan dilantik pengurus nya ISQI, sudah melihat peluang peluang yang baik menjembatani peradaban dan gerakan membumikan spirit dan pesan-pesan Al-Qur’an di Sumatera Selatan,”katanya. DUD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here