Home Polda Sumsel Bersatu untuk Bebaskan Palembang dari Zona Merah

Bersatu untuk Bebaskan Palembang dari Zona Merah

0
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S saat rapat koordinasi terkait pemberlakuan PPKM skala mikro dan pengamanan antisipasi kerumunan, Jumat (7/5).

PALEMBANG, PE – Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel bersama Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang, TNI dan Pemerintah Kota serta instansi terkait, bakal bersatu untuk bersama-sama menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Palembang yang ditetapkan sebagai zona merah.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S mengatakan, bahwa kasus ini terus meningkat di wilayah Palembang di momen libur.

“Palembang menjadi zona merah hingga saat ini kasus Covid-19 ini terus meningkat, dimana momennya di saat libur karena di di momen itu terjadi kerumunan yang mengakibatkan perkembangan virus itu terjadi,” ujarnya disela-sela rapat koordinasi terkait pemberlakuan PPKM skala mikro dan pengamanan antisipasi kerumunan, Jumat (7/5).

Kerumunan sendiri saat masyarakat melakukan kegiatan seperti mudik, salat di masjid, hingga terjadi kepadatan di mall, yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus terkena dampak dari Covid-19.

“Oleh karena itu kita bersama-sama untuk menekan penyebaran Covid-19 ini di Palembang yang termasuk zona merah. Tidak hanya kita, tapi juga TNI, pemerintah maupun instansi terkait hingga masyarakat guna menekan penyebaran Covid-19 dan mengutamakan protokol kesehatan,” katanya.

Tidak hanya Palembang yang zona merah, tapi ada Kota Prabumulih dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur juga zona merah. Sedangkan Kapubaten/kota di Sumsel masuk zona kuning dan orange.

“Kalau untuk tingkat kecamatan sendiri di Kota Palembang dari data yang kita dapatkan bahwa dari 18 Kecamatan, cuma Kertapati zona kuning dan Sematang Borang zona orange,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Wakapolrestabes, AKBP Andes Purwanti menambahkan, daerah Palembang merupakan daerah yang tidak biasa.

“Dalam dua Minggu terakhir ini kita melakukan berbagai kegiatan untuk menekan Penyebaran Covid-19 ini, tapi usaha yang kita lakukan belum maksimal karena Palembang masih zona merah,” aku dia.

Berdasarkan data BNPB pusat per 13 April lalu, Palembang zona merah diikuti beberapa Kecamatan di Palembang. Hanya Kertapati dan Sematang Borang, yang saat ini aman dari zona merah.

“Untuk itu kita akan terus melakukan berbagai kegiatan seperti 3T dan 5M, patroli imbauan, pembubaran cafe yang tidak memenuhi prokes, operasi yustisi, pembagian masker, dan penutupan sementara tempat wisata,” jelasnya.

Namun dengan usaha yang dilakukan tempat-tempat yang masih tinggi kerumunannya, dengan tidak menetapkan prokes seperti pasar tradisional dan cafe. “Sehingga kita imbau untuk segera menerapkan prokes, kalau tidak akan diberikan kartu kuning hingga kartu merah penutupan tempat usaha,” tegasnya.

Sedangkan Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, bahwa kebersamaan adalah solusi yang sangat tepat memutus penyebaran Covid-19 ini di wilayah Palembang.

“Saya sangat mendukung apa yang telah dilakukan ini tapi untuk memutusnya perlu kebersamaan, jadi dengan kebersamaan lah bisa memutus dan membebaskan Palembang dari zona merah,” tukasnya. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here