Home Sumsel Muara Rupit Kontraktor Bantah Ada Keributan di Kantor ULP Muratara

Kontraktor Bantah Ada Keributan di Kantor ULP Muratara

0
Kontraktor Bayu dan Sukari, serta Bupati Muratara, Devi Suhartoni saat berada di depan Kantor ULP.

MURATARA.PE- Sejumlah kontraktor membantah telah terjadi keributan di depan Kantor Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Musi Rawas Utara, termasuk pengancaman yang dilakukan terhadap staf kantor tersebut terkait tender proyek, sebagaimana yang sempat viral di media sosial.

Karena sesuai aturan tentang pengadaan barang dan jasa, saat proses lelang berlangsung jangankan untuk bertemu panitia, untuk mendekat kantor ULP saja itupun tidak dibolehkan.

Bantahan tersebut merupakan buntut viralnya di media sosial terkait video keributan di depan Kantor ULP Muratara pada Jumat (7/5) dan pernyataan Bupati Muratara terkait kejadian itu, pada Minggu (9/5/21).

Sebagaimana diketahui, Bupati Muratara, H Devi Suhartoni saat itu mengatakan, tender ribut terus karena berebut setor uang muka jual beli proyek. Hal itulah yang membuat proyek tidak berkualitas dan tidak bermanfaat.

Devi menegaskan, kontraktor yang berbuat onar maka perusahaannya akan dicoret dan tak boleh lagi ikut tender proyek Pemkab Muratara selama dia menjabat. Bila ada jual beli proyek dimasa kepemimpinannya, dia akan mem-black list perusahaan kontraktor tersebut.

“Pengerjaan proyek selama saya menjadi Bupati tidak ada istilah uang muka atau sogok-menyogok alias kong-kalikong, siapa saja mau kerja silakan, dapat proyek kerjakan. Kita transparan, profesional, saya menerima kerjaan tepat waktu, kualitas bagus dan bermanfaat. Pembangunan yang dikerjakan tidak berkualitas maka tidak akan diterima,’’ sampainya.

Dia akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengecek, dan bila ada kerugian negara maka kontraktor harus bertanggung jawab. Devi juga minta para pengusaha atau kontraktor elegan, kerja keras dan profesional, bukan dengan cara mengancam dan membuat onar.

Sementara menanggapi pernyataan itu, Bayu, salah satu kontraktor yang berhadapan langsung dengan Bupati Muratara seperti pada video yang beredar pada Selasa (12/5/21) membantah ada keributan apapun di depan Kantor ULP, apalagi ada pengancaman kepada panitia ULP.

Menurut Bayu, saat kejadian itu Jumat (7/5), pukul 16.00 WIB, di depan kantor ULP Muratara. “Saat itu malah Bupati yang marah-marah. Itu proses tender sudah tutup jam 3 sore, pada hari yang sama. Saat Bupati itu datang panitia juga sudah pulang, lalu disuruh datang untuk membuka kantor ULP kembali. Hal itu sangat disayangkan, apalagi tiba-tiba Bupati marah-marah ke kontraktor, entah apa pasalnya Bupati marah besar,’’ ungkapnya.

Soal tudingan ada pengancaman pada panitia UL, menurut dia, saat kejadian tidak ada yang mengancam. “Ini tender bebas, siapa saja boleh ikut dari Sabang sampai Merauke, prusahaan mana saja bisa asalkan lengkap (syaratnya, red),” kesalnya

Sementara kontraktor yang lain, Sukari mengungkapkan, menurut Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, pada saat proses lelang berlangsung jangankan bertemu panitia, untuk mendekat kantor ULP saja itupun tidak dibolehkan. Karena itu artinya mendekati korupsi kolusi dan nepotisme (KKN), persekongkolan terhadap peserta lain, dan persaingan tidak sehat.

Seharusnya dalam menyelesaikan masalah, lanjut dia, dilakukan dengan kepala dingin, mengayomi antara satu dengan yang lainnya dan jangan terlihat berkelompok kelompok.

“Kita ini bersaudara, saya lihat selama ini Alhamdulillah Muratara damai-damai saja tidak ada keributan. Kalaupun ada mungkin mereka mampu menyelesaikan dengan bai. Masalah persaingan di dunia kontraktor biarkan mereka punya cara tersendiri dengan mengedepankan persaingan sehat, kalau memang ada yang anarkis ke panitia ULP ataupun merusak fasilitas negara, ya kita tinggal lapor ke pihak yang berwajib,” tutupnya. SON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here