Home Sejarah Karikatur Belanda yang Kritis Atas Pembentukan Negara “Boneka” Sumatera Selatan, 1947-1949 (Bagian...

Karikatur Belanda yang Kritis Atas Pembentukan Negara “Boneka” Sumatera Selatan, 1947-1949 (Bagian Pertama)

0
Waktu: 1947, 1949, karikatur yang diterbitkan di Belanda dengan mengacu ke kejadian di Indonesia dengan tokoh Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI). Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk/Juru foto/gambar: Leo Jordaan | Wim van Wieringen
Dudy Oskandar

Oleh Dudy Oskandar (Jurnalis dan Peminat Sejarah Sumatera Selatan

SAlAH satu cara Belanda dalam mempertahankan kekuasaan di Indonesia, atau paling tidak memegang pengaruh atau malah kendali atas beberapa wilayah, adalah dengan membentuk negara-negara federal, terutama di luar Jawa. Kelihatannya Belanda ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia hanyalah negara orang Jawa, atau malah hanya sebagian orang Jawa.

Karikatur-karikatur di bawah ini memperlihatkan bahwa di Belanda sendiri ide ini dipertanyakan. Karikatur ini memperlihatkan bagaimana Van Mook membuat Konferensi Malino dengan memilah-milah Indonesia menjadi Bangka, Belitung, Indonesia Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Palembang dan sebagainya dengan merangkul tokoh-tokoh yang dia sukai.

Sementara Republik Indonesia, digambarkan dengan Sutan Sjahrir, sama sekali tidak diperhatikan, dan tampak gusar dengan aksi Van Mook ini. Negara Sumatera Selatan (NSS) adalah salah satu dari negara federal yang berhasil dibentuk Belanda. Negara Sumatra Selatan adalah sebuah wilayah bentukan Belanda pada tanggal 30 Agustus 1948. yang daerahnya meliputi Sumatra Selatan sekarang, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Proses pembentukan NSS dimulai sejak Belanda berhasil memukul mundur kekuatan Republik di Palembang tanggal 1 Januari 1947. Setelah itu daerah ini langsung di bawah kekuasaan RECOMBA (Regerings Commissarissen Voor Bestuursaangelegenheden. Komisaris Negara Urusan Pemerintahan Sipil Belanda) dipimpin oleh Mr. H.J. Wijnmalen.

Berdirinya Negara Sumatera Selatan tidak terlepas dan dukungan kelompok masyarakat yang melihat kesempatan dalam Negara Sumatera Selatan, untuk tampil menjadi pemimpin yang di dalam Republik sulit dicapai. Para pendukung itu menurut Recomba Wijnmalen terdiri clan “kelompok Raden” anggota keluarga terkemuka dari kesultanan Palembang. Tokoh-tokohnya antara lain Raden Hanan, Raden Mohammad Akip dan Raden Sulaiman.

Suatu hal yang dapat diharapkan Belanda dalam mendukung politik federal adalah mentalitas kedaerahan. Mereka tidak senang terhadap pengaruh yang sangat besar dari orang-orang yang berasal dari “luar daerah ” Palembang. Para pemegang pimpinan di Palembang adalah tokoh-tokoh yang berasal dari Minangkabau yaitu Dr. A.K. Gani dan Dr.M. Isa.

Walapun Wilayah NSS hanya meliputi keresidenan Palembang, kira-kira seperempat dari wilayah Sumatera Selatan. Pembentukan Negara Sumatera Selatan memang sudah dirancang oleh Belanda melalui pembentukan Recomba dan melibatkan sebagian dari tokoh masyarakat Sumatera Selatan untuk ikut bermain dalam pembentukan Negara boneka tersebut. ***

Sumber :
1. https://indonesia-zaman-doeloe.blogspot.com
2. Palpres
3. https://beritapagi.co.id/2020/03/11/recomba-cikal-bakal-negara-sumsel.html
4. Kepialangan Politik dan Revolusi; Palembang 1900-1950, Mestika Zed, LP3ES, Jakarta, April 2003

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here