Home Pendidikan Pertimbangkan Attitude Finalis Duta Budaya, Begini Keseruan Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Budaya...

Pertimbangkan Attitude Finalis Duta Budaya, Begini Keseruan Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Budaya Fahum UIN Rafah

0
Suasana keseruan puncak penganugerahan Pemilihan Duta Budaya Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah Palembang di Academic Center UIN Rafah, Selasa (8/6). Foto : Sri Devi/ palpres.com

PALEMBANG, PE – Civitas akademika Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) UIN Raden Fatah Palembang kembali menyelenggarakan penganugerahan Pemilihan Duta Budaya. Dari 30 peserta yang mengikuti tahapan seleksi, selanjutnya terpilih 20 peserta atau 10 pasang berkompetisi di Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Budaya.

Dari hasil pantauan, para finalis diminta menjawab pertanyaan dari peserta lain. Seperti finalis Dewi Puspita Sari, dia mendapat pertanyaan terkait interaksi sosial.

“Interaksi sosial menjadi salah satu budaya yang harus kita pertahankan. Dengan keterikatan timbal balik sosial akan menciptakan hubungan yang baik,” ucap Dewi di hadapan lima dewan juri.

Kelima dewan juri yang menilai seperti DR Nyimas Ummi Kalsum, MHum, Kemas Ari Rachman Panji, S.Pd, M.Si, M Walidin MHum, Akbar Septiansyah, dan Duta Budaya 2017, Izan.

Dalam puncak penganugerahan Pemilihan Duta Budaya dibuka langsung Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Endang Rochmiatun, M.Hum dan dihadiri Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV, Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn.

Ketua Umum Ikatan Duta Budaya Fahum, Ibnu Muttaqin menjelaskan, pemilihan duta budaya sudah dimulai 31 Mei kemarin. Pada tahap awal, sebanyak 30 peserta mengikuti sejumlah seleksi seperti tes tertulis, wawancara dan unjuk bakat. Dari tahap seleksi, sebanyak 20 peserta masuk dalam puncak penganugerahan Pemilihan Duta Budaya Fahum yang diselenggarakan di Academic Center UIN Raden Fatah, Selasa (8/6).

“Dari seluruh tahapan seleksi yang kami gelar, kami tetap mempertimbangkan attitude. Sebab dengan attitude yang baik akan mudah diterima masyarakat,” ucap dia.

Lebih jauh kata Ibnu, pertimbangan attitude senada dengan tema yang membentuk generasi yang beradab dan berbudaya humanis.

“Untuk itulah, Duta Budaya bukan sekedar cantik atau ganteng semata, namun juga memiliki kepribadian yang baik,” katanya.

Sementara itu, Duta Budaya Putera 2019, Erico Yudaina berpesan kepada Duta Budaya 2021 agar aktif menjadi agen budaya masyarakat serta bisa berkiprah di lingkungan budaya dan pendidikan.

“Lestarikan budaya lokal dari diri sendiri duku seperti menggunakan tanjak, batik dan lainnya. Setelah itu baru mensosialisasikan kepada masyarakat,” harapnya. RIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here