Home Sumsel Lubuklinggau Siswa SMPN 2 Ujian Pola Ganjil Genap

Siswa SMPN 2 Ujian Pola Ganjil Genap

0
Siswa-siswi SMP Negeri 2 Kota Lubuklinggau mencuci tangan dulu sebelum masuk kelas.

LUBUKLINGGAU. PE – Ribuan siswa-siswi SMP Negeri 2 Kota Lubuklinggau mengkuti ujian sekolah. Peserta ujian dibagi ganjil-genap, untuk menghindari keramaian dan penumpukan siswa di sekolah.

“Hari ini sampai Sabtu nanti dilaksanakan ujian. Polanya dibagi ganji-genap, jadi sebagian siswa ujian di sekolah secara tatap muka langsung dan sebagian lainnya ujian dari rumah,” ujar Kepala SMP Negeri 2 Kota Lubuklinggau, Parman, Senin (7/6/2021).

Dijelaskannya, bagi siswa yang mengikuti ujian di sekolah hari ini, secara bergantian ujian dirumah. Namun dia memastikan, seluruh siswa mengikuti proses ujian sekolah. “Hari ini siswa kelompok ganjil ujian di sekolah, besok giliran yang genap. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan siswa di sekolah,” bebernya.

Parman mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan diupayakan seoptimal mungkin dilingkungan SMP Negeri 2 dalam rangka menyongsong belajar mengajar secara tatap muka. “Insyaa Allah sarana prasarana protokol kesehatan sudah kami siapkan disekolah, mulai dari tempat mencuci tangan sampai hand sanitizer dan seluruh guru, siswa dan petugas disekolah wajib pakai masker,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Dian Chandera dihadapan wartawan mengungkapkan, sebanyak 21 sekolah sudah melakukan uji coba tatap muka. “Jadi kita berikan tenggat waktu, 21 sekolah SD dan SMP inilah yang menyatakan siap,” katanya.

Uji cob tatap muka ini, lanjut Dian, untuk melihat kesiapan sekolah terkait dengan protokol kesehatan. Terutama kesiapan metal anak, karena harus mencoba cara bersekolah tatap muka.¬†“Kita berharap dengan ujicoba ini, akan memacu sekolah lain yang belum ikut ujicoba. Agar mereka belajar, kepepan akan kita gilir untuk melaksanakan uji coba sekolah tatap muka,” katanya lagi.

Yang dimaksud kesiapan, lanjutnya, adalah mulai dari persiapan alat protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, masker, dan pola belajar yang berjarak. Kemudian kapasitas siswa yang hadir ke sekolah maksimal 50 persen. “Teknis pembagian siswa yang sekolah tatap muka, diserahkan ke sekolah masing-masing. Apakah nanti sisten ganjil genap dan sebagainya” ungkap dia.

Dia berharap, hingga ajaran baru nanti semua sekolah siap melakukan sekolah tatap muka, sehingga secara serentak sekolah¬† melakukan tatap muka. “Yang penting kapasitas dibatasi dan menerapkan protokol kesehatan. Guru harus memberi contoh terhadap anak terkait protokol kesehatan,” pungkasnya. JEJE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here