Home Nasional Tetap Gembira Berwisata Sambil Jalani Protokol Kesehatan

Tetap Gembira Berwisata Sambil Jalani Protokol Kesehatan

0
Tenaga kesehatan yang juga pegiat perjalanan wisata dr Ratih Citra Sari

JAKARTA, PE – Upaya pemerintah membangkitkan dunia pariwisata setelah terpuruk akibat pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19) mulai membuahkan hasil. Penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di sejumlah destinasi wisata sehingga menjadikannya sudah sangat layak untuk dikunjungi wisatawan.

“Saya perhatikan saat berwisata ke Bali, dalam pelaksanaannya pemerintah sudah mendesain langkah untuk menjaga kesehatan dan keamanan masyarakat saat berwisata,” ujar dr Ratih Citra Sari, tenaga kesehatan dan juga pelaku perjalanan wisata saat berbicara sebagai narasumber dalam Dialog Produktif Rabu Utama bertopik ‘Jalan Aman dan Nyaman’ di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (9/6).

Hal tersebut menurut wanita yang kerap disebut Dokter Bencana, menambah perasaan aman bagi masyarakat dan diimbau pula bagi wisatawan untuk selalu mematuhi prokes 3M. “Selama kita menjalankan protokol tersebut, sebenarnya tidak mengurangi kesenangan yang kita dapat dari kegiatan berwisata. Sehingga bisa kembali ke rumah dengan kondisi sehat,” tukas Ratih.

Narasumber lainnya, Henky Manurung, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebutkan, pihaknya terus berupaya memulihkan sektor pariwisata Indonesia dengan meluncurkan beberapa program kebijakan. Salah satunya program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang tahun ini jumlahnya sebesar Rp60 miliar.

Selain itu, Kemenparekraf juga tengah menggodok Dana Hibah Pariwisata jilid II di 2021 sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional di Kemenparekraf. Percepatan pembangunan kawasan 5 destinasi super prioritas di tanah air juga dilakukan, yaitu di Borobudur, Likupang, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

Pengembangan 5 destinasi super prioritas dilakukan dari berbagai aspek, sesuai arahan Presiden. Mulai dari akselerasi infrastruktur yang dikerjakan lintas sektor serta implementasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) di destinasi wisata.

“Ada keyakinan pertumbuhan di sektor pariwisata akan bisa kita capai. Sebagai contoh, secara aktual perekonomian di Yogyakarta sekarang tumbuh di angka 6 persen dan diikuti oleh pertumbuhan angka keterisian hotelnya juga. Dengan situasi sekarang ini sebenarnya masyarakat rindu untuk berwisata tetapi tetap dengan menjaga protokol kesehatan,” ujar Henky.

Senada Henky, narasumber lainnya Nunung Rusmiati, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menuturkan, dengan adanya dukungan pemerintah ini, pihak ASITA saat ini fokus mempromosikan destinasi wisata lokal atau domestik.

Sebelumnya kita susah mempromosikan wisata ke-34 Provinsi, namun dengan adanya 5 destinasi super prioritas nasional, memberikan ruang baru bagi promosi destinasi wisata domestik untuk warga Indonesia,” terangnya.

Nunung juga menilai Kemenparekraf sangat berusaha sekali untuk menangani dampak covid-19 ini di sektor pariwisata bersama asosiasi pengusaha lainnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya stimulus yang digelontorkan pemerintah akan membangkitkan sektor pariwisata ini. Tidak sampai di situ, pemerintah juga terus memikirkan cara supaya stimulus yang diberikan ini efektif,” pungkasnya. RIL/ARZ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here