Home Parlemen & Politik 39 Tenaga Ahli DPRD Sumsel, Mulai dari Mantan Kaban hingga Sekda

39 Tenaga Ahli DPRD Sumsel, Mulai dari Mantan Kaban hingga Sekda

0
Sekretaris DPRD Sumsel, Ramadhan S Basyeban.

PALEMBANG, PE – Setelah sempat mengalami kekosongan sejak awal tahun 2020, akhirnya anggota DPRD Sumsel memiliki tenaga ahli kembali. Terhitung sejak Senin (23/3/2020), sebanyak 39 tenaga ahli mulai bekerja di DPRD Sumsel.

Beberapa tenaga ahli tersebut diantaranya, mantan Kepala Badan (Kaban) Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Yulizar Dinoto, Mantan Sekda Kota Palembang yang juga mantan anggota DPRD Sumsel Husni Tamrin, mantan Kabag Humas DPRD Sumsel Masyito dan sebagainya.

Sekretaris DPRD Sumsel, Ramadhan S Basyeban saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, jika para tenaga ahli ini dipilih sesuai dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan anggota DPRD Sumsel. Sebanyak 39 orang yang dipilih berasal dari berbagai disiplin ilmu, yang kesemuanya lulusan strata 2.

“Sudah ada sekarang staf ahli kita, surat keputusan sudah saya tandatangani dan nantinya akan kita serahkan ke nama-nama yang ada di SK,” ujar Ramadhan, Senin (23/3/2020).

Mengenai masa tugasnya, diungkapkan Ramadhan, 39 tenaga ahli ini sesuai dengan perjanjian kerja, akan bekerja sejak hari ini hingga Desember 2020. Ramadhan pun membantah jika dalam penetapan nama-nama staf ahli DPRD Sumsel, banyak nama-nama titipan dari partai politik ataupun anggota DPRD Sumsel.

“Tidak ada titipan itu. Dalam aturan yakni PP nomor 18 tahun 2017 tentang hak keuangan dan administrasi, pasal 20 menyebutkan bahwa tenaga ahli yang diusulkan mempunyai kemampuan sesuai dengan ilmunya sesuai dengan kebutuhan dan tupoksi DPRD yang tercermin dalam alat kelengkapan DPRD atas usul anggota dan seterusnya. Jadi siapa alat kelengkapan yaitu pimpinan, badan-badan dan komisi. Tapi fraksi justru tidak masuk dalam alat kelengkapan,” jelasnya.

Untuk pembagian tugas tenaga ahli ini, menurut Ramadhan, akan dibagi sesuai disiplin ilmu yang dibutuhkan oleh pimpinan dan alat kelengkapan DPRD Sumsel.

“Pimpinan kemungkinan akan ditempatkan masing-masing 2 tenaga ahli sedangkan untuk alat kelengkapan masing-masing 3 tenaga ahli. Kita akan memeperkuat di banggar. Ada tugas tambahan untuk banggar ini perlu karena dibutuhkan berbagai disiplin ilmu. Bukan masalah keuangan saja tapi masalah lainnya misal teknik infrastruktur atau yang paham mengenai agraria,” terannya.

Ramadhan berharap para tenaga ahli yang telah ditunjuk dapat bekerja sesuai dengan disiplin ilmunya, untuk membantu para anggota DPRD Sumsel.

“Kita minta mereka dapat bekerja maksimal membantu anggota dewan, dalam memberikan masukan ide maupun solusi dalam penyelesaian masalah yang dihadapi anggota DPRD Sumsel,” tukasnya.

Sementara, Yulizar Dinoto membenarkan jika dirinya telah bertugas sebagai tenaga ahli di DPRD Sumsel per 23 Maret, dan akan bertugas hingga akhir tahun 2020.

“Soal pembagian bidang belum dibagi, namun prinsipnya kita dimana ditempatkan untuk mengabdi di Sumsel ini, kita siap menyumbang kan pikiran, membatu pikiran- pikiran yang berkaitan dengan tugas anggota dewan, dan kita siap membantu,” tandasnya.

Dilanjutkan Noto sapaan akrab Yulizar, ia akan bekerja secara maksimal dengan pengalamannya selama ini dilingkungan eksekutif.

“Apa yang menjadi pokok- pokok pikiran yang ada, akan kita lakukan dengan secara maksimal, berdasarkan pengalaman kita selama ini,” pungkasnya.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here