Home Headline News 5 Komisioner KPU Palembang Dituntut 6 Bulan Percobaan 1 Tahun

5 Komisioner KPU Palembang Dituntut 6 Bulan Percobaan 1 Tahun

0
Komisioner KPU Palembang tengah mendengarkan JPU membacakan tuntutannya.

PALEMBANG, PE- Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut lima terdakwa Komisioner KPU Kota Palembang non-aktif yang menjadi terdakwa kasus TP Pelanggaran Pemilu, yakni Ketua KPU Palembang Eftiyani, Divisi Perencanaan Data dan Informasi Syafarudin Adam, Divisi Hukum dan Pengawasan A Malik Syafei, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Yetty Oktarina dan Divisi Teknis Penyelenggaraan Alex Barzili, dengan pidana penjara selama enam bulan dengan masa percobaan satu tahun. Selain itu para terdakwa didenda Rp10 juta, subsider satu bulan penjara.

“Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana, dengan turut serta melencengkan hak suara orang lain. Sehingga kehilangan hak pilihnya. Kelima terdakwa melanggar pasal 510 UU No.7/2017 tentang Pemilu jo pasal 45 ayat 1 ke-1 KUHP. Menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta secara bersama-sama melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebabkan hilangnya hak pilih orang lain,” ujar JPU Ursula Dewi, SH, didampingi penuntut umum Indah Kumala Dewi SH dan Riko Budiman SH saat membacakan tuntutan, Kamis (11/7) sore.

Dikatakan JPU, ada hal-hal yang meringankan dan memberatkan para terdakwa. “Bahwa hal yang memberatkan yakni para terdakwa telah menghilangkan hak pilih orang lain. Hal yang meringankan para terdakwa belum pernah melakukan tindak pidana, dan telah berperan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019,” ujarnya.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Erma Suharti SH MH, menunda jalanya persidangam hingga Jumat (12/7). “Sidang dilanjutkan besok pagi dengan agenda pembacaan pledoi dan dilanjutkan dengan putusan,”terangnya.

Sementara terlihat para terdakwa dengan tersenyum lebar, langsung menyalami dan memeluk keluarga, kerabat, sahabat dan koleganya yang telah menunggu mereka di depan ruang sidang.

Ketua KPU Palembang non aktif, Eftiyani mengatakan bahwa tahap sidang belum selesai karena masih menunggu putusan hakim.

“Proses sidang ini kan belum selesai. Kami kan masih punya hak untuk menyampaikan pembelaan besok pagi. Semoga berharap berkah menjelang Salat Jumat persoalan Palembang selesai,”jelasnya.

Sidang putusan terhadap kelima terdakwa akan digelar besok. Dari semua unsur seperti unsur setiap orang, unsur dengan sengaja telah terbukti, meski pasal yang dikenakan merupakan pasal alternatif bukan pasal 554 UU No.7/2017 karena langsung dikenakan terhadap para tersangka. Mendengar tuntutan JPU ini, membuat kelima terdakwa dan penasihat hukumnya tersenyum lega.

Meskipun putusan belum dibacakan, namun setidaknya mereka berharap dengan hukuman enam bulan masa percobaan satu tahun mereka dapat terbebas dari hukuman badan.

Sebelumnya, dihari yang sama Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Palembang, telah didemo atau ada aksi unjuk rasa terkait sidang tuntutan dugaan Tindak Pidana (TP) Pelanggaran Pemilu yang menjerat lima komosioner KPU Kota Palembang non-aktif.

Aksi damai oleh Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan (GPPMS), Kamis (11/7) pagi. Dengan membawa kertas putih bertuliskan perwakilan aspirasinya, puluhan massa GPPMS melakukan aksi damai di pintu samping Pengadilan Negeri Kelas 1 A khusus Kota Palembang.

Aksi mereka juga turut dijaga aparat kepolisian. Adapun poin-poin aspirasi yang disampaikan GPPMS yaitu mengapresiasi dan mendukung kinerja kepolisian resort Kota Palembang dan sentra GAKKUMDU yang telah mengungkapkan kasus Tindak Pidana Pemilu 2019.

Mendukung Jaksa Penuntut Umum dalam melakukan tuntutan yang seadil-adilnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Meminta kepada hakim Pengadilan Negeri Kelas 1 A khusus Kota Palembang untuk melaksanakan proses pengadilan yang seadil-adilnya, dan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun dalam menetapkan putusan.

Kemudian, aksi damai yang digelar aliansi mahasiswa kembali digelar Kamis (11/7) siang. Aksi ini digelar guna menuntut perkara dugaan pelanggaran Pemilu dengan terdakwa lima komisioner KPU Palembang, agar diusut tuntas.

Suasana berujung panas saat puluhan demonstran yang semula menggelar aksi di depan pagar, memaksa masuk ke halaman Pengadilan Negeri Kelas 1 A khusus Kota Palembang.

Hal ini juga dipicu karena kekesalan mahasiswa yang telah melakukan orasi, namun tidak kunjung ditemui oleh perwakilan pengadilan. Akibatnya, aksi saling dorong antar mahasiswa dan polisi tidak dapat dihindari.

“Kami tidak ingin mendemo polisi. Kami dari mahasiswa yang inginkan adanya perubahan dan kejelasan hukum terkait lima Komisioner KPU Palembang. Maka dari itu, hadirkan perwakilan pengadilan,” tegas salah seorang demonstran yang semakin memacu semangat rekan-rekannya.

Keributan bisa ditenangkan setelah Humas Pengadilan Negeri Kelas 1 A khusus Kota Palembang Hotnar Simarmata SH, yang menemui para pendemo.

Hotnar menjelaskan, keterlambatan pihak pengadilan menemui demonstran dikarenakan masih dalam waktu menjalankan tugas.

“Kami sebagai pihak pengadilan menyampaikan terimakasih atas aspirasi rekan-rekan mahasiswa mengawal persidangan ini hingga tuntas. Sebelumnya juga kami jelaskan bahwa keterlambatan menemui rekan-rekan, karena banyaknya sidang yang digelar,”ujarnya.

Hotnar juga menjelaskan seyogyanya, hari ini sidang digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa penuntut umum. Namun hingga saat ini sidang belum digelar, karena tuntutan tersebut belum siap.

“Hingga saat ini majelis hakim masih menunggu karena dalam persidangan ada proses dan tahapan yang harus dilalui. Tapi yang jelas, majelis hakim pasti akan mengambil sikap yang jelas terhadap setiap perkara,”kata dia.

Kembali Hotnar meyakinkan pada para demonstran, bahwa setiap majelis hakim sudah di sumpah jabatan. “Sehingga tidak ada yang dapat mengintervensi hakim dalam menjalankan tugasnya. Maka dari itu percayakan sepenuhnya proses ini pada majelis hakim,”tukasnya. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here