Home Sumsel Ajak Masyarakat Lebih Mengunakan Bahasa Indonesia yang Benar

Ajak Masyarakat Lebih Mengunakan Bahasa Indonesia yang Benar

0

MURATARA, PE- Berawal dari seringnya dijumpai tulisan-tulisan baik berupa larangan maupun penyingkatan bahasa yang ada di masyarakat maupun yang sering dipergunakan dalam instansi pemerintahan, Drs. Kasir Masuli seorang ASN di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mencoba mengajak masyarakat untuk membiasakan mengunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Seperti diceritakan Kasir Masuki yang menjabat sebagai Sekertaris Kesbangpol Muratara, Selasa (10/9), keinginannya itu untuk mengajak masyarakat untuk mengunakan kata-kata Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan maksudnya untuk menghina atau menggurui dari aturan yang ada, dicontohkannya seperti sering ditemui adanya kata-kata BEBAS NARKOBA, BEBAS KORUPSI, BEBAS KKN, dan lainya.

Menurut Pak Camat sapaan akrabnya, hal itu tidak sepenuhnya benar karena kata BEBAS artinya diperbolehkan yang dapat diartikan berbeda bagi mereka yang belum mengerti tujuan sebenarnya. Hal lainnya seperti seperti singkatan kata Dinas contohnya DISPORA, KADIS dan banyak lagi singkatan lainnya, sedangkan seperti singkatan DINSOS, KEPSEK itu adalah yang benar.

“Pengunaan penyingkatan dan pengunaan kata-kata seperti itu seperti cenderung keliru, seperti DINSOS itu Dinas Sosial benar karena pemenggalan kata didepannya, sedangkan kata DISPORA, KADIS harusnya DINPORA dan KEDIN seharusnya. Jadi hal inilah yang harusnya bisa diperbaiki bersama-sama, karena apa yang penah kita terima dalam pelajaran bahasa Indonesia sejak SD tidak ada penyikatan kata, atau pengunaan bahasa yang seperti ini,” ungkapnya.

Dia mengajak bersama-sama seluruh rakyat Indonesia bisa mengunakan kata-kata yang lebih tepat secara menyeluruh mulai dari masyarakat hingga pemerintah pusat, dengan pemahaman mendatangkan ahli bahasa yang benar untuk penafsiran yang benar.

Dia juga mengusulkan khususnya di Kabupaten Muratara bisa mengkaji ulang pengunaan kata-kata seperti itu, yang bila perlu bisa dilakukan seminar Tata Bahas dengan menghadirkan semua bidang ilmu, termasuk orang-orang tata bahasa dan sejarahwan. “Meskipun tidak bisa mengubah seluruhnya, minimal di Kabupaten Muratara dapat mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” harapnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here