Home Sumsel Akibat Kebakaran Lahan Milik PT AMR, Petani Ini Terancam Kehilangan 3 Hektar...

Akibat Kebakaran Lahan Milik PT AMR, Petani Ini Terancam Kehilangan 3 Hektar Kebun Sawit

0
Lokasi perkebunan sawit milik Irsa Juarsyah yang terbakar beberapa pekan lalu.

MURATARA, PE- Irsa Juarsyah (40) warga Rompok Sungai Gulo, Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), terancam kehilangan penghasilan. Soalnya lahannya seluas 3 hektare ikut terbakar, yang dipicu api kebakaran lahan milik PT. AMR, Rabu (11/9).

Pasalnya dari peristiwa kebakaran yang terjadi pada 11 Agustus 2019 lalu tersebut, perkebunan sawit Irsa mengalami kerusakan hingga terancam mati, padahal sebelum terbakar perkebunan kelapa sawit miliknya sudah berbuah dan menghasilkan setiap bulannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggung jawab dari pihak PT AMR.

Seperti diceritakan langsung Irsa Juarsah kepada Palembang Ekspres, kebakaran yang terjadi dilahan kebun sawit miliknya terjadi sekitar 1,5 bulan lalu dengan sumber api yang diduga menjalar dari lahan perkebunan sawit milik PT AMR yang terbakar. Pada saat kejadian, dia tidak mengetahui kenapa tidak dipadamkan oleh pihak perusahaan hingga merambat ke kebun sawit miliknya.

“Dalam kebakaran itu bukan kebun sawit milik saya saja yang terdampak, tetapi ada lahan perkebunan karet milik warga lain juga ikut terbakar. Hingga sekarang pihak perusahaan seperti terkesan tidak bertanggung jawab. Kerugian dipastikan dia lamai, karena sebelum terbakar lahan sawit miliknya sudah berbuah dan menghasilkan setiap bulannya dengan rata-rata hasil panen 3 tonan perbulan,” jelasnya.

Sebelumnya, lanjut dia, pihaknya sudah melaporkan hal ini kepada Kepala Desa Rantau Kadam yang katanya juga dilaporkan ke Kapolsek Karang Dapo, hingga anggota Polsek juga turun kesini mengambil foto kebakaran ini. “Tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan, dimana saya sangat perlu keadilan atas musibah yang saya alami ini,” keluhnya.

Akibat kebakaran ini, dia merasa sangat bingung apakah sawit miliknya mati atau bisa hidup kembali. “Pada waktu itu saya hanya meminta biaya perawatan, mengingat kondisi saat ini musim kemarau tetapi pihak perusahaan sepertinya tidak perduli. Jadi tolong kepada semua pihak terkait agar ada bisa tegakan keadilan, karena hal ini telah merugikan kami sebagai masyarakat,’’ harapnya.

Sementara Kabid Penataan dan Pentaatan Lingkungan DLHP Kabupaten Muratara, Indrayani saat dikonfirmasi terkait kebakaran lahan perusahaan yang juga ikut membakar lahan masyarakat, mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap api disaat musim kemarau, khususnya bagi perokok untuk tidak membuang putung rokok sembarangan. “Mari sama-sama kita jaga agar tidak terjadi kebakaran,’’ ungkapnya.

Terkait siapa yang salah atau benar, dia menganjurkan agar pihak perusahaan dan masyarakat duduk barang dalam penyelesainya. “Sekali lagi saya tidak bisa memutuskan siapa yang salah dan benar, intinya baik masyarakat maupun perusahaan harus anti api di musin kemarau,” ungkapnya singkat.

Media ini coba mengkonfirmasi pihak PT AMR, melalui nomor ponsel yang diberikan rekannya yang menyebutkan Hendra sebagai Manager Divisi PT AMR sebagai tempat lokasi kebakaran mengaku, dia bukan sebagai managernya. Dia hanya sebagai tim lapangan dari Lubuklinggau, yang sesekali jika ada laporan turun ke wilayah perkebunan PT AMR. Dia mengaku tidak mengetahui hal itu, karena tidak ada laporan sampai ke dirinya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here